Bumi Resources (BUMI) Beberkan Kinerja Kuartal I, Labanya Segini
JAKARTA, investor.id - PT Bumi Resources Tbk (BUMI), eksportir batu bara termal terbesar di dunia dan salah satu perusahaan sumber daya alam terkemuka di Indonesia, hari ini mengumumkan hasil keuangan tidak diaudit untuk periode kuartal pertama 2026 yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026, sebagaimana telah dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Perseroan mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang kuat, ditandai oleh kenaikan pendapatan sebesar 19,7% menjadi US$ 417,7 juta dan laba sebelum pajak yang hampir berlipat ganda secara tahunan.
“Peningkatan volume produksi dan penjualan, dipadukan dengan perbaikan signifikan pada strip ratio, berhasil mengompensasi penurunan harga jual rata-rata batu bara sebesar 10% sehingga mendorong ekspansi marjin operasi dan profitabilitas yang lebih tinggi di seluruh lini usaha,” sebut keterangan resmi Bumi Resources (BUMI), Kamis (30/4/2026).
Baca Juga:
Amman (AMMN) Raup Laba Rp 2,7 TBumi Resources (BUMI) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk: US$ 24,1 juta di kuartal I-2026 vs US$ 17,9 juta (naik 35,2%).
Sorotan utama kinerja keuangan BUMI (PSAK 111, Q1 2026 vs Q1 2025)
• Pendapatan: US$ 417,7 juta vs US$ 348,8 juta (naik 19,7%)
• Beban Pokok Pendapatan: US$ 334,8 juta vs US$ 297,5 juta (naik 12,5%)
• Laba Bruto: US$ 82,8 juta vs US$ 51,2 juta (naik 61,6%)
• Beban Usaha: US$ 33,8 juta vs US$ 23,3 juta (naik 44,8%)
• Laba Usaha: US$ 49,1 juta vs US$ 27,9 juta (naik 75,8%)
• Margin Usaha: 11,7% (vs 8,0%)
• Laba Sebelum Pajak: US$ 55,3 juta vs US$ 28,6 juta (naik 93,1%)
• Laba Bersih: US$ 41,1 juta vs US$ 30,1 juta (naik 36,6%)
• Laba Bersih yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk: US$ 24,1 juta vs US$ 17,9 juta (naik 35,2%)
“Kinerja keuangan tersebut mencerminkan operating leverage yang melekat pada model bisnis Bumi Resources, yakni pertumbuhan pendapatan sebesar 19,7% diterjemahkan menjadi pertumbuhan laba operasi sebesar 75,8% dan kenaikan laba sebelum pajak sebesar 93,1%, dengan marjin operasi meningkat menjadi 11,7% dari 8,0% pada periode yang sama tahun sebelumnya,” papar keterangan resmi BUMI, Kamis (30/4/2026).
Ekspansi marjin ini ditopang oleh peningkatan volume produksi dan penjualan batu bara, serta perbaikan struktural pada strip ratio yang memperbaiki ekonomi per ton di seluruh operasi tambang utama Perseroan.
Kinerja Operasional
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






