Harga Minyak Meledak, Selat Hormuz Memanas
NEW YORK, investor.id – Harga minyak dunia melonjak tajam pada perdagangan Senin (4/5/2026), setelah Iran meningkatkan serangan ke Uni Emirat Arab (UEA) dan sejumlah kapal di kawasan Teluk Timur Tengah dalam 24 jam terakhir, memicu eskalasi terbesar sejak gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS) berlaku awal April.
Dikutip dari Reuters, harga minyak Brent ditutup melonjak US$ 6,27 (5,8%) ke level US$ 114,44 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melejit US$ 4,48 (4,4%) ke posisi US$ 106,42 per barel.
Lonjakan harga minyak dipicu serangan Iran terhadap sejumlah kapal di Selat Hormuz serta pembakaran pelabuhan minyak di UEA. Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat berupaya mengerahkan kekuatan lautnya untuk membuka kembali jalur pelayaran yang terganggu.
Pemerintah UEA menyatakan sistem pertahanan udaranya aktif menghadapi ancaman rudal dan drone, sementara tim pemadam berupaya mengendalikan kebakaran di kawasan industri minyak utama yang disebut berasal dari serangan drone Iran.
Di sisi lain, militer AS mengklaim telah menghancurkan enam kapal kecil Iran serta mencegat rudal jelajah dan drone yang diluncurkan Teheran, dalam upaya menjaga akses pelayaran tetap terbuka.
Ketegangan semakin meningkat setelah Garda Revolusi Iran merilis peta yang menunjukkan perluasan wilayah kontrol di sekitar Selat Hormuz, termasuk area pelabuhan strategis UEA seperti Fujairah dan Khorfakkan.
Selat Hormuz merupakan jalur vital yang sebelumnya dilalui sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia, sehingga gangguan di kawasan ini langsung memicu lonjakan harga energi global.
Analis memperingatkan harga minyak berpotensi bertahan di atas US$ 100 per barel dalam waktu dekat jika jalur Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali. “Kami memperkirakan harga minyak tetap di atas US$ 100 dan harga bensin di AS bisa mencapai US$ 5 per galon pada Juni, jika tidak ada kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz,” tulis analis Eurasia Group.
Ketegangan Meluas
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





