Minggu, 21 Juni 2026

Harga Minyak Meledak, Selat Hormuz Memanas

Penulis : Indah Handayani
5 Mei 2026 | 04:31 WIB
BAGIKAN
ilustrasi Selat Hormuz (Foto: AP/ Asghar Besharati)
ilustrasi Selat Hormuz (Foto: AP/ Asghar Besharati)

NEW YORK, investor.id Harga minyak dunia melonjak tajam pada perdagangan Senin (4/5/2026), setelah Iran meningkatkan serangan ke Uni Emirat Arab (UEA) dan sejumlah kapal di kawasan Teluk Timur Tengah dalam 24 jam terakhir, memicu eskalasi terbesar sejak gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS) berlaku awal April.

Dikutip dari Reuters, harga minyak Brent ditutup melonjak US$ 6,27 (5,8%) ke level US$ 114,44 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melejit US$ 4,48 (4,4%) ke posisi US$ 106,42 per barel.

Lonjakan harga minyak dipicu serangan Iran terhadap sejumlah kapal di Selat Hormuz serta pembakaran pelabuhan minyak di UEA. Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat berupaya mengerahkan kekuatan lautnya untuk membuka kembali jalur pelayaran yang terganggu.

ADVERTISEMENT

Pemerintah UEA menyatakan sistem pertahanan udaranya aktif menghadapi ancaman rudal dan drone, sementara tim pemadam berupaya mengendalikan kebakaran di kawasan industri minyak utama yang disebut berasal dari serangan drone Iran.

Di sisi lain, militer AS mengklaim telah menghancurkan enam kapal kecil Iran serta mencegat rudal jelajah dan drone yang diluncurkan Teheran, dalam upaya menjaga akses pelayaran tetap terbuka.

Ketegangan semakin meningkat setelah Garda Revolusi Iran merilis peta yang menunjukkan perluasan wilayah kontrol di sekitar Selat Hormuz, termasuk area pelabuhan strategis UEA seperti Fujairah dan Khorfakkan.

Selat Hormuz merupakan jalur vital yang sebelumnya dilalui sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia, sehingga gangguan di kawasan ini langsung memicu lonjakan harga energi global.

Analis memperingatkan harga minyak berpotensi bertahan di atas US$ 100 per barel dalam waktu dekat jika jalur Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali. “Kami memperkirakan harga minyak tetap di atas US$ 100 dan harga bensin di AS bisa mencapai US$ 5 per galon pada Juni, jika tidak ada kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz,” tulis analis Eurasia Group.

Ketegangan Meluas

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 31 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 8 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia