Medela Potentia (MDLA) Perluas Distribusi dan Eksplor Mitra Baru
JAKARTA, investor.id - PT Medela Potentia Tbk (MDLA) menetapkan strategi pertumbuhan berkelanjutan sebagai fokus utama operasional sepanjang 2026, dengan memperkuat fondasi bisnis melalui perluasan jaringan distribusi, penambahan mitra prinsipal, serta penjajakan kerja sama strategis di lini bisnis baru, termasuk alat kesehatan.
Director Investor Relations MDLA Harris Lesmana mengatakan, perseroan terus memperkuat basis pertumbuhan jangka panjang dengan mengembangkan infrastruktur distribusi nasional.
Salah satu wujudnya adalah rencana MDLA meresmikan gedung dan gudang baru cabang PT Anugrah Argon Medica (AAM) di Medan, Sumatera Utara. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan jangkauan layanan distribusi produk farmasi di wilayah barat Indonesia dan mengoptimalkan operasional logistik di kawasan tersebut.
“Perseroan terus memperkuat fondasi pertumbuhan melalui pengembangan infrastruktur distribusi, penambahan prinsipal, serta penjajakan kerja sama strategis di bisnis alat kesehatan dengan mitra global untuk menghadirkan produk berkualitas yang diproduksi di dalam negeri,” ujar Harris sesuai paparan publik di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Sejalan dengan langkah perluasan distribusi, MDLA telah merealisasikan penambahan tiga prinsipal baru pada kuartal I-2026. Penambahan prinsipal ini bagian dari strategi memperkuat portofolio produk dan meningkatkan posisi kompetitif perseroan di tengah persaingan industri farmasi dan alat kesehatan (alkes).
Harris menyebut, MDLA akan terus mengeksplorasi peluang penambahan mitra baru secara selektif dan berkelanjutan untuk memperluas cakupan produk serta memperkuat kemitraan jangka panjang.
Baca Juga:
Siloam (SILO) Lanjutkan InvestasiSelain memperluas jaringan dan portofolio produk farmasi, MDLA juga tengah menjajaki kolaborasi dengan perusahaan alat kesehatan global sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis. Inisiatif ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan nilai tambah portofolio serta meningkatkan kontribusi lini usaha non-farmasi terhadap total pendapatan.
Kinerja Kuartal I-2026
Strategi yang dijalankan menunjukkan dampak positif terhadap kinerja keuangan MDLA pada awal tahun ini. Hingga 31 Maret 2026, MDLA mencatat penjualan neto sebesar Rp4,03 triliun, meningkat dibandingkan Rp3,90 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ini turut mendorong pertumbuhan laba periode berjalan sebesar 7,4% menjadi Rp119,32 miliar, sementara pendapatan tumbuh 3,4% dibanding kuartal I-2025.
Kontributor utama pertumbuhan penjualan berasal dari produk farmasi, yang membukukan penjualan sebesar Rp3,26 triliun, naik signifikan dari Rp2,70 triliun pada kuartal I-2025. Penjualan alat kesehatan juga memberikan sumbangan penting sebesar Rp394,5 miliar, sementara produk kesehatan lainnya menyumbang Rp380,2 miliar.
Harris menilai, pencapaian kinerja positif di tengah kondisi ekonomi global dan domestik yang penuh tantangan menunjukkan ketangguhan model bisnis MDLA. Pertumbuhan pendapatan dan laba di awal tahun mencerminkan efektivitas strategi penjualan dan efisiensi operasional yang dijalankan di seluruh jaringan distribusi perseroan.
Baca Juga:
Info Soal Hantavirus dari LABS“Perluasan infrastruktur distribusi dan penambahan prinsipal merupakan bagian dari langkah kami untuk memperkuat jaringan dan meningkatkan kapasitas layanan. Ini juga menjadi modal penting untuk mengoptimalkan pertumbuhan di sisa tahun 2026,” sambung Harris.
MDLA optimistis, kombinasi strategi distribusi, diversifikasi portofolio, dan kolaborasi bisnis akan memperkuat posisi perseroan di pasar farmasi dan alat kesehatan nasional. Ke depan, MDLA akan terus melakukan penyesuaian strategis sesuai perkembangan pasar, termasuk peluang ekspansi produk dan layanan kesehatan yang memiliki permintaan tinggi.
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler




