Sentimen MSCI Bikin IHSG Turun Nyaris 2%, OJK Sebut Masih Batas Wajar
JAKARTA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespons indeks harga saham gabungan (IHSG) yang mengalami koreksi hampir 2% pada Rabu (3/5/2026).
Secara intraday, IHSG sempat menempati posisi 6.726 sebagai level terendah dan 6.787 sebagai level tertinggi.
Pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka melemah ke level 6.763. IHSG terus betah berada di zona merah. Hingga penutupan sesi I, IHSG ditutup melemah sebesar 1,81% ke posisi 6.734.
Menanggapi tekanan terhadap IHSG tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyampaikan bahwa penurunan indeks masih dalam batas wajar.
Menurutnya, penurunan IHSG yang di kisaran 1% dan tidak sampai 2% ini salah satunya merupakan respons terhadap hasil review indeks Mei 2026 yang dilakukan oleh MSCI, di mana sejumlah nama emiten besar dihapus atau didepak dari indeks MSCI.
"Hari ini kalau kita cermati tadi sampai pukul 10.00 WIB, terkonfirmasi ada penurunan indeks, tapi dengan tingkat aktivitas yang kami nilai masih dalam batasan wajar. Jadi, masih dalam batasan koreksi rentang yang wajar," tutur Hasan dalam konferens pers di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Sementara itu, Hasan menyebut, saham-saham yang dikeluarkan dari indeks MSCI tidak mengalami kondisi auto rejection bawah (ARB) atau menyentuh harga terbawah yang diizinkan.
Sebagai informasi, pada MSCI Global Standard Index, saham yang didepak atau dikeluarkan, antara lain PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).
Sedangkan, saham yang dihapus atau dikeluarkan dari MSCI Global Small Cap, antara lain PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG).
Selanjutnya, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM).
Berikutnya adalah PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG).
Hasan melanjutkan, frekuensi dan volume serta nilai transaksi di pasar modal Indonesia juga cukup baik. Dia menilai bahwa secara rata-rata tidak ada perbedaan atau masih dalam batas normal dibandingkan hari-hari sebelumnya.
"Jadi, ini juga menunjukkan tidak adanya upaya panic selling atau reaksi satu arah berupa arus katakanlah upaya menjual saham-saham tanpa diimbangi kekuatan pembelian," tuturnya.
Editor: Erta Darwati
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum
Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.Dharma Pongrekun Ajukan Uji Materi UU Kesehatan ke MK
Mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Dharma Pongrekun resmi mendaftarkan permohonan uji materi Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (13/5/2026).Jasa Marga: Volume Lalin Keluar Jabotabek Naik 25,12%
Total volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek di H-1 (13/5) Hari Kenaikan Yesus Kristus meningkat 25,12%.Wamen Nezar: Permainan Tradisional Jadi “Tombol Jeda” Anak dari Dominasi Ruang Digital
Wamen Komdigi Nezar Patria sebut permainan tradisional jadi "tombol jeda" efektif bagi anak untuk imbangi hidup di ruang digital.Tag Terpopuler
Terpopuler






