Jumat, 15 Mei 2026

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Penulis : Jauhari Mahardhika
15 Mei 2026 | 06:03 WIB
BAGIKAN
Kegiatan usaha PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO). (Foto: ADRO)
Kegiatan usaha PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO). (Foto: ADRO)

JAKARTA, investor.id – Di tengah gencarnya aksi jual investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam sepekan terakhir atau selama periode 11-13 Mei 2026, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO).

Nilai transaksi beli bersih (net buy) asing pada saham ADRO selama sepekan mencapai Rp 112,4 miliar. Pembelian terjadi di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI), berdasarkan data Stockbit Sekuritas yang diakses pada Jumat (15/5/2026).

Net buy asing pada saham ADRO merupakan yang terbesar dibandingkan saham lainnya. Pada perdagangan Rabu (13/5/2026), saham ADRO ditutup melemah 3% ke level Rp 2.520. Dengan begitu, dalam sepekan terakhir, ADRO terkoreksi 0,4%.

ADVERTISEMENT

Secara umum, dalam sepekan terakhir atau periode 11-13 Mei 2026, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 3,2 triliun di seluruh pasar BEI. Ini berbeda dengan pekan sebelumnya yang mencetak net buy senilai Rp 12,2 triliun.

Khusus pada perdagangan Rabu (13/5/2026), investor asing mencatatkan net sell Rp 1,53 triliun di seluruh pasar. Dengan demikian, total net sell asing sepanjang tahun berjalan ini kembali bertambah menjadi Rp 40,8 triliun – berdasarkan data BEI.

Target Harga Saham 

Sementara itu, UOB Kay Hian dalam risetnya memprediksi laba bersih Alamtri Resources Indonesia (ADRO) tahun ini melonjak 60% menjadi US$ 719 juta.

Hal tersebut bakal didorong oleh masih tingginya harga batu bara metalurgi dan lonjakan volume penjualan sebanyak 500 ribu ton menjadi 6,8 juta ton, serta beroperasinya smelter aluminium dan kontribusi lebih besar BPI.

Di sisi lain, untuk tahun buku 2025, UOB Kay Hian mencatat bahwa ADRO membagikan dividen 100% dari laba bersih, seiring tertundanya proyek hijau. Jika ini berlanjut, ADRO ditaksir memberikan dividen 80% dari laba bersih dengan yield dividen 12,6%.

Karena itu, UOB Kay Hian merekomendasikan buy saham ADRO. Target harga saham ADRO dipatok sebesar Rp 3.400. Ini mengindikasikan potensi kenaikan harga saham hingga 34,9%.

Adapun market cap ADRO saat riset ini dibuat mencapai US$ 4,2 miliar. Rata-rata nilai transaksi harian saham ADRO dalam tiga bulan terakhir US$ 12,7 juta.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 23 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia