Wall Street Bangkit dari Tekanan The Fed, Nasdaq Melonjak Hampir 2%
Penguatan Wall Street terjadi setelah aksi jual pada perdagangan sebelumnya yang dipicu hasil rapat kebijakan The Fed di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh.
Dalam proyeksi terbaru atau dot plot, sembilan dari 18 pejabat The Fed memperkirakan suku bunga masih berpotensi naik pada 2026. Sementara itu, Warsh memilih tidak memberikan proyeksi suku bunga pribadi dan berulang kali menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga selama konferensi pers, yang dinilai pasar sebagai sinyal hawkish.
Meski demikian, investor tampaknya mulai fokus pada sejumlah data ekonomi yang masih menunjukkan ketahanan ekonomi AS.
“Ada ketidakpastian, tetapi di balik ketidakpastian itu terdapat sejumlah faktor positif,” kata Conzo.
Ia menunjuk kinerja laba perusahaan yang solid, data ketenagakerjaan Mei yang lebih baik dari perkiraan, serta penjualan ritel yang tetap kuat sebagai faktor yang menopang optimisme pasar.
Secara mingguan, Wall Street juga menutup pekan perdagangan yang lebih singkat karena libur nasional pada 19 Juni 20206 untuk dengan kinerja positif. S&P 500 naik 0,9% dan mencatat kenaikan dalam 11 dari 12 pekan terakhir. Dow Jones menguat 0,7% sepanjang pekan, sementara Nasdaq melesat 2,4%.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






