Sabtu, 20 Juni 2026

Harga Bitcoin (BTC) Anjlok, Level US$ 60.000 Kembali Mengintai

Penulis : Indah Handayani
19 Jun 2026 | 07:48 WIB
BAGIKAN
ilustrasi Bitcoin.  Sumber: AP/ Petr David Josek
ilustrasi Bitcoin. Sumber: AP/ Petr David Josek

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor lima tahun juga masih bertahan di level tinggi sekitar 4,21%, sementara dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Kondisi tersebut biasanya kurang menguntungkan bagi aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti Bitcoin maupun emas. Harga emas sendiri tercatat turun lebih dari 3% pada periode yang sama.

Sejumlah pengamat melihat arus dana investor kini lebih banyak mengalir ke sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dibandingkan aset kripto.

Optimisme terhadap industri AI meningkat setelah Presiden Trump mengumumkan kerja sama antara Apple dan Intel dalam pengembangan chip di AS. Saham Intel melonjak lebih dari 10%, sementara saham perusahaan semikonduktor lain seperti Micron dan SK Hynix juga mencatat kenaikan signifikan.

ADVERTISEMENT

Fenomena tersebut memperkuat narasi bahwa sektor AI saat ini menjadi pusat perhatian investor global, terutama setelah muncul berbagai investasi besar dan rencana penawaran saham perdana (IPO) baru di sektor tersebut.

Pendukung Bitcoin sekaligus pengacara komersial Joe Carlasare bahkan menilai sentimen pasar kripto saat ini lebih buruk dibandingkan periode runtuhnya bursa FTX pada 2022.

Menurut dia, narasi yang sebelumnya mendorong investor membeli Bitcoin mulai kehilangan daya tarik, sementara sektor AI menawarkan peluang pertumbuhan yang dinilai lebih menjanjikan.

Meski demikian, posisi Bitcoin di industri keuangan tradisional saat ini jauh lebih kuat dibandingkan siklus halving sebelumnya. Dana kelolaan ETF Bitcoin spot yang tercatat di AS telah melampaui US$ 102 miliar, sementara sejumlah institusi keuangan besar seperti Morgan Stanley, Bank of America, dan Goldman Sachs telah menawarkan produk investasi Bitcoin kepada nasabahnya.

Karena itu, analis menilai pengujian kembali level US$ 60.000 masih mungkin terjadi dalam jangka pendek. Namun, arah pergerakan Bitcoin selanjutnya akan sangat bergantung pada seberapa kuat permintaan dari investor institusi mampu menahan tekanan yang muncul dari pergeseran minat pasar ke sektor AI.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Lifestyle 11 menit yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 23 menit yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 35 menit yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 54 menit yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
International 1 jam yang lalu

Israel Serang Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Iran kembali tutup Selat Hormuz usai Israel serang Lebanon, ancam kesepakatan damai dengan AS dan picu krisis energi global.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Hotto Gaet Indro Warkop

Brand minuman multigrain Hotto resmi meluncurkan kampanye "Karena Kamu Harus Sehat".
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia