Harga Bitcoin (BTC) Menguat, Investor Waspadai Kedaluwarsa Opsi Raksasa
Selain itu, harapan terhadap percepatan pengesahan Digital Asset PARITY Act di AS juga mulai memudar. Rancangan aturan tersebut sebelumnya diharapkan dapat memberikan keringanan pajak terhadap imbal hasil aktivitas penambangan dan staking aset digital hingga aset tersebut dijual.
Tekanan pasar bertambah setelah Strategy melepas sebagian kepemilikan Bitcoin dan investor menarik dana dari ETF Bitcoin, di tengah meningkatnya minat pasar terhadap saham-saham teknologi.
Berdasarkan simulasi posisi opsi di Deribit, investor bearish diperkirakan masih akan mendominasi dalam berbagai skenario harga Bitcoin saat kontrak berakhir.
Jika Bitcoin berada pada kisaran US$ 57.000 - 61.000 saat expiry, posisi opsi put diperkirakan unggul sekitar US$3,4 miliar. Pada rentang US$ 61.001 - 65.000, keunggulan put diperkirakan mencapai US$ 2,7 miliar.
Sementara itu, jika Bitcoin bergerak di kisaran US$ 65.001 - 69.000, opsi put masih unggul sekitar US$ 1,7 miliar. Bahkan apabila harga naik ke rentang US$ 69.001 - 71.000, posisi bearish tetap memiliki keunggulan sekitar US$ 1 miliar.
Data tersebut menunjukkan bahwa reli sekitar 12% dari level saat ini sekalipun belum cukup untuk mengubah dominasi investor bearish pada expiry Juni.
Meski hasil kedaluwarsa opsi ini tidak otomatis menentukan arah pasar pada Juli, banyak pelaku pasar memperkirakan sentimen bullish akan tetap menghadapi tantangan dalam jangka pendek apabila tekanan jual terus berlanjut setelah expiry berlangsung.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






