Sabtu, 4 April 2026

Skenario Saham Antam (ANTM) Selanjutnya

Penulis : Jauhari Mahardhika
17 Feb 2026 | 12:01 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi kegiatan usaha PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam. (Foto: Antam)
Ilustrasi kegiatan usaha PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam. (Foto: Antam)

JAKARTA, investor.id – Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam masuk radar cuan. KB Valbury Sekuritas mengungkapkan analisisnya untuk memaksimalkan cuan saham ANTM, jika pemodal melakukan trading pada perdagangan Rabu (18/2/2026).

KB Valbury Sekuritas memberikan rekomendasi trading buy untuk saham ANTM. Target harga harian Rp 4.130. Pemodal bisa masuk di kisaran harga Rp 3.990-4.050 (entry price).

Secara teknikal, level resistance (batas atas) saham ANTM di Rp 4.130, sedangkan level support (batas bawah) Rp 3.990. “Waspada jika harga menembus Rp 3.990. Stop loss di level Rp 3.850,” tulis KB Valbury Sekuritas dalam ulasannya, yang dikutip pada Selasa (17/2/2026).

Pada perdagangan terakhir, saham Antam (ANTM) ditutup terkoreksi 1,7% ke level Rp 4.050. Dalam sepekan terakhir, ANTM melonjak 9,1% dan sebulan meningkat 5,7%. Selama periode year to date (ytd), saham ANTM melejit 28,5%.

Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas menaikkan rekomendasi untuk sektor pertambangan logam (emas, nikel, timah, dan lain-lain) menjadi overweight. ANTM dan NCKL menjadi pilihan teratas.

“Rekomendasi overweight didukung oleh dinamika margin yang diperkirakan membaik pada kuartal IV-2025 (4Q25), serta visibilitas laba yang lebih kuat menuju 2026 di tengah prospek pasokan nikel yang lebih disiplin,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Andhika Audrey dan Naura Reyhan Muchlis dalam risetnya.

BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan terjadi perbaikan laba di sektor pertambangan logam – emas, nikel, timah, dan lain-lain – pada 4Q25. Ini terutama didorong oleh kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) dan ekspansi margin, bukan oleh pertumbuhan volume yang agresif.

Target Harga Selanjutnya 

BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan laba PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam tetap solid, mencapai 109% dari estimasi BRI Danareksa Sekuritas dan 110% dari estimasi konsensus.

Hal itu ditopang oleh kontribusi yang kuat dari segmen nikel, meskipun volume penjualan emas Antam (ANTM) diperkirakan lebih lemah pada 4Q25.

BRI Danareksa Sekuritas memprediksi persetujuan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) akan lebih diprioritaskan kepada BUMN seperti ANTM dan pemain terintegrasi seperti NCKL.

Dengan demikian, urutan terbaru saham pilihan di sektor pertambangan logam adalah ANTM > NCKL > TINS > INCO.

ANTM dan NCKL tetap menjadi pilihan teratas berkat harga bijih yang tetap kuat, operasi terintegrasi, serta sensitivitas laba yang tinggi terhadap kenaikan ASP.

Sementara itu, MBMA masih diuntungkan oleh normalisasi operasi HGNM. Sedangkan TINS dinaikkan peringkatnya seiring perbaikan kualitas bahan baku dan momentum harga timah yang positif. INCO tetap lebih bersifat taktis mengingat volatilitas pasokan bahan baku dan laba.

BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan buy saham ANTM dan NCKL. Target harga saham ANTM mencapai Rp 4.800 dan NCKL sebesar Rp 1.800.

BRI Danareksa Sekuritas juga merekomendasikan buy saham TINS dan INCO, meski bukan pilihan prioritas. Target harga saham TINS dipatok Rp 4.100 dan INCO sebesar Rp 7.500.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 20 menit yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 41 menit yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.
Business 52 menit yang lalu

Green SM Dapat Dukungan Pembiayaan BCA Rp600 M

Fasilitas pembiayaan dari BCA ditujukan memperkuat kesiapan operasional serta menjaga keberlanjutan layanan Green SM di sejumlah kota.
Market 1 jam yang lalu

Laba Mitratel (MTEL) Rp 2,1 Triliun

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 2,11 triliun tahun 2025.
International 1 jam yang lalu

Serangan Udara Rusia Tewaskan 14 Warga Sipil Ukraina

Rusia luncurkan 500 drone ke Ukraina menjelang Paskah, 14 warga sipil tewas. Zelenskyy tawarkan bantuan amankan Selat Hormuz dari Iran.
InveStory 1 jam yang lalu

Tantangan Organisasional Menghadapi Gap Profesionalitas Bisnis

Turnaround Garuda hanya akan berhasil jika perusahaan berhenti sekadar memonetisasi kursi dan mulai mengorkestrasi sistem nilai perusahaan.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia