Supir Bajaj Nikmati Banyak Manfaat BBG
JAKARTA- Para supir bajaj yang beroperasi di sekitar
Jakarta memperoleh banyak manfaat sejak memakai bahan bakar gas atau
BBG.
Seorang supir bajaj, Kasram yang ditemui tengah mengisi
BBG di unit pengisian (mobile refuelling unit/MRU) milik PT PGN Tbk
di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis mengatakan, setiap hari,
dirinya bisa menghemat pengeluaran bahan bakar hingga Rp30 ribu
dengan memakai BBG.
"Kalau biasanya pakai BBM bisa habis
Rp45 ribu setiap hari, sekarang hanya Rp15 ribu sejak pakai bajaj
BBG," katanya.
Warga Pademangan, Jakarta Utara, yang baru
beberapa bulan memakai bajaj BBG berwarna biru itu, kini merasa
bersyukur karena bisa membawa uang lebih banyak ke rumah.
"Alhamdulillah, ada sisa uang lebih banyak yang bisa dibawa ke
rumah," katanya yang sudah menjadi supir bajaj sejak tahun 90-an
tersebut.
Pengemudi bajaj lainnya, Jai’in juga merasakan
manfaat yang sama. Menurut dia, setiap hari, dirinya membeli BBG
antara Rp15 ribu hingga Rp27 ribu kalau mengisi penuh tabung bahan
bakar gasnya.
"Sementara, kalau dulu, isi bahan bakar
bensin bisa sampai Rp50 ribu setiap hari," ujar warga Tanah
Abang, Jakarta Pusat yang sudah sejak 30 tahun lalu berprofesi
sebagai supir bajaj tersebut.
Pria dengan dua anak yang sudah
dewasa itu berharap pemerintah memperbanyak jumlah SPBG, sehingga
tidak perlu antre saat mengisi BBG. "Sering kali antre, sehingga
waktu ’narik’ bajajnya terpotong," katanya.
Sedang,
Darori merasakan manfaat berupa asap pembuangan bajaj BBG yang lebih
bersih dibandingkan sebelumnya. "Saya tidak dimarahi pengguna
motor lagi, sejak pakai BBG," katanya warga Cempaka Baru,
Jakarta Pusat itu.
Selain juga, tambahnya, mesin bajaj
berbahan bakar gas lebih awet dibandingkan memakai BBM Para supir itu
sebelumnya memakai kendaraan bajaj berwarna merah dengan bahan bakar
bensin atau premium.
Petugas MRU PGN di Monas, Hernawan
mengatakan, setiap hari, pihaknya menjual BBG jenis terkompresi atau
"compressed natural gas" (CNG) itu sekitar 2.500 liter
setara premium (LSP).
Menurut dia, sebagian besar pembeli BBG
adalah kendaraan bajaj. "Rata-rata 400 bajaj per hari isi BBG.
Di luar itu, ada mobil sekitar 30 unit yang juga mengisi BBG di
sini," katanya.
MRU PGN di Monas beroperasi sejak pukul
06.00 WIB hingga tutup pukul 21.00 WIB.
Harga BBG jenis CNG
ditetapkan pemerintah sebesar Rp3.100 per LSP. Sementara, premium
dijual Rp7.400 per liter. (ant/gor)
Sumber : ANTARA
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

