Sabtu, 4 April 2026

Supir Bajaj Nikmati Banyak Manfaat BBG

Penulis : Investor
3 Des 2015 | 12:54 WIB
BAGIKAN

JAKARTA- Para supir bajaj yang beroperasi di sekitar Jakarta memperoleh banyak manfaat sejak memakai bahan bakar gas atau BBG.

Seorang supir bajaj, Kasram yang ditemui tengah mengisi BBG di unit pengisian (mobile refuelling unit/MRU) milik PT PGN Tbk di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis mengatakan, setiap hari, dirinya bisa menghemat pengeluaran bahan bakar hingga Rp30 ribu dengan memakai BBG.

"Kalau biasanya pakai BBM bisa habis Rp45 ribu setiap hari, sekarang hanya Rp15 ribu sejak pakai bajaj BBG," katanya.

Warga Pademangan, Jakarta Utara, yang baru beberapa bulan memakai bajaj BBG berwarna biru itu, kini merasa bersyukur karena bisa membawa uang lebih banyak ke rumah. "Alhamdulillah, ada sisa uang lebih banyak yang bisa dibawa ke rumah," katanya yang sudah menjadi supir bajaj sejak tahun 90-an tersebut.

Pengemudi bajaj lainnya, Jai’in juga merasakan manfaat yang sama. Menurut dia, setiap hari, dirinya membeli BBG antara Rp15 ribu hingga Rp27 ribu kalau mengisi penuh tabung bahan bakar gasnya.

"Sementara, kalau dulu, isi bahan bakar bensin bisa sampai Rp50 ribu setiap hari," ujar warga Tanah Abang, Jakarta Pusat yang sudah sejak 30 tahun lalu berprofesi sebagai supir bajaj tersebut.

Pria dengan dua anak yang sudah dewasa itu berharap pemerintah memperbanyak jumlah SPBG, sehingga tidak perlu antre saat mengisi BBG. "Sering kali antre, sehingga waktu ’narik’ bajajnya terpotong," katanya.

Sedang, Darori merasakan manfaat berupa asap pembuangan bajaj BBG yang lebih bersih dibandingkan sebelumnya. "Saya tidak dimarahi pengguna motor lagi, sejak pakai BBG," katanya warga Cempaka Baru, Jakarta Pusat itu.

Selain juga, tambahnya, mesin bajaj berbahan bakar gas lebih awet dibandingkan memakai BBM Para supir itu sebelumnya memakai kendaraan bajaj berwarna merah dengan bahan bakar bensin atau premium.

Petugas MRU PGN di Monas, Hernawan mengatakan, setiap hari, pihaknya menjual BBG jenis terkompresi atau "compressed natural gas" (CNG) itu sekitar 2.500 liter setara premium (LSP).

Menurut dia, sebagian besar pembeli BBG adalah kendaraan bajaj. "Rata-rata 400 bajaj per hari isi BBG. Di luar itu, ada mobil sekitar 30 unit yang juga mengisi BBG di sini," katanya.

MRU PGN di Monas beroperasi sejak pukul 06.00 WIB hingga tutup pukul 21.00 WIB.

Harga BBG jenis CNG ditetapkan pemerintah sebesar Rp3.100 per LSP. Sementara, premium dijual Rp7.400 per liter. (ant/gor)


Advertisement

Sumber : ANTARA

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


International 9 menit yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 20 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 50 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 1 jam yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 1 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 2 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia