Jumat, 15 Mei 2026

Masyarakat Indonesia Rentan Terkena Penyakit Gagal Ginjal

Penulis : Gora Kunjana
12 Feb 2016 | 12:38 WIB
BAGIKAN

JAKARTA- Ahli penyakit saluran kemih dari Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk Jakarta, Wempy Supit, mengatakan masyarakat Indonesia rentan terkena penyakit gagal ginjal karena berada di daerah tropis.

"Masyarakat yang tinggal di daerah tropis memang rentan mengalami masalah ginjal, karena panas dan tidak sadar mengalami dehidrasi," ujar Wempy di Jakarta, Jumat, seperti dilansir Antara.

Idealnya setiap orang mengkonsumsi setidaknya dua setengah liter air minum setiap harinya. Wempy menyebut air yang dikonsumsi tidak hanya air putih saja, tetapi minuman menyehatkan lainnya.

Penyakit gagal ginjal berawal dari batu ginjal yang kemudian jika dibiarkan maka batu ginjal tersebut semakin banyak dan menghambat saluran kemih. Akibatnya terjadi gagal ginjal. Batu ginjal sendiri pada mulanya berbentuk kristal dan akan semakin besar dan membatu, jika kurang minum. "Selain itu juga disebabkan hipertensi dan diabetes."

Penyakit batu ginjal diawali rasa nyeri pinggang sebelah kanan atau nyeri dekat kelamin di bawah, anyang-anyangan, hingga air seni berwarna merah darah. "Untuk itu perlu adanya deteksi dini guna mencegah terjadinya gagal ginjal."

Setiap tahun, lebih dari setengah juta orang datang ke rumah sakit dengan masalah saluran kemih, khususnya batu ginjal.

Batu ginjal adalah penyakit saluran kemih, yang sering terjadi dengan prevalensi mendekati 20% dan terjadi pada usia produktif (20 hingga 50 tahun).

Meski demikian, tak semua penyakit itu bisa diatasi dengan obat-obatan, terutama jika batu ginjal berukuran lima milimeter.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengaku prihatin dengan banyaknya masyarakat Indonesia yang menderita gagal ginjal.

Kementerian Kesehatan mencatat penderita gagal ginjal yang menjalani cuci darah (haemodialisa) terus mengalami peningkatan atau meningkat empat kali lipat dalam lima tahun terakhir.

Sebelumnya, Mabes Polri mengusut kasus perdagangan organ ginjal manusia yang ditemukan di Bandung, Jawa Barat. Polisi juga sedang menyelidiki keterlibatan rumah sakit di Jakarta.Kasus perdagangan organ ginjal telah menyeret tiga tersangka, yaitu DD, Y alias AG, dan HS. (gor)

ADVERTISEMENT

Sumber : ANTARA

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia