Sabtu, 4 April 2026

Cetak Santripreneur, Omzet BMT Ponpes Sidogiri Tembus Rp 66 T

Penulis : Amrozi Amenan
26 Des 2019 | 22:07 WIB
BAGIKAN
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti bersama Pengasuh Ponpes Sidogiri Kiai Nawawi Abdul Jalil, Rabu (25/12/2019). Foto:Istimewa
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti bersama Pengasuh Ponpes Sidogiri Kiai Nawawi Abdul Jalil, Rabu (25/12/2019). Foto:Istimewa

PASURUAN, investor.id - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengapresiasi upaya Pondok Pesantren (Ponpes) Sidogiri di Pasuruan, Jawa Timur, mencetak santripreneur melalui pengembangan Baitul Maal wa Tamwil (BMT) dengan berbagai unit usaha yang beromzet sekitar Rp 66 triliun per tahun.

"Ini adalah contoh dalam pengembangan entrepreneur para santri yang nantinya mereka setelah lulus dapat mengembangkan di daerah masing-masing, sehingga roda perekonomian dapat hidup dan menghidupi kebutuhan para santri dan keluarga," ujar LaNyalla, di sela Kunjungan Kerja (Kunker) di Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, Rabu (25/12/2019) malam.

LaNyalla yang juga mantan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur itu mengatakan bahwa Sidogiri adalah salah satu ponpes yang berhasil mendidik santrinya menjadi santripreneur dengan berbagai langkah konkret, salah satunya dengan mengembangkan BMT. 

“BMT Sidogiri yang dididrikan sejak tahun 1997 ini telah mencatatkan omset sekitar Rp 66 triliun per tahun,” tandasnya.

Advertisement

Selain memiliki Bank Perkreditan Rakyat (BPR), BMT Sidogiri juga mengembangkan berbagai unit bisnis yang dikelola oleh para alumni Sidogiri, di antaranya swalayan, perusahaan IT, asuransi, properti, agro, travel haji dan umroh. BMT Sidogiri juga memroduksi air minum dalam kemasan yang juga memberikan kontribusi cukup besar terhadap total omzet BMT. 

“Atas keberhasilannya mengembangkan unit usahanya, Sidogiri kini dikenal sebagai model pesantren mandiri melalui pengembangan BMT-BMT Syariah yang menyebar terutama di hampir setiap kabupaten di Jawa,” papar LaNyalla.

Dalam kesempatan itu, Pengasuh Ponpes Sidogiri, Kiai Nawawi Abdul Jalil menyatakan Ponpes Sidogiri yang memiliki 12 ribu santri akan terus mengembangkan unit usaha melalui BMT. Dia berharap dukungan banyak pihak, termasuk DPD RI, dalam mencetak santriprenuer.

Ponpe Sidogiri didirikan pada 1745 M oleh Sayyid Sulaiman bin Abdurrahman Basyaiban yang tidak lain adalah keturunan keempat Syekh Syarif Hidayatullah yang biasa dikenal dengan Sunan Gunung Jati.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


InveStory 9 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 18 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 55 menit yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 1 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 2 jam yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.
Business 2 jam yang lalu

Green SM Dapat Dukungan Pembiayaan BCA Rp600 M

Fasilitas pembiayaan dari BCA ditujukan memperkuat kesiapan operasional serta menjaga keberlanjutan layanan Green SM di sejumlah kota.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia