Pengobatan Herbal untuk Atasi Diabetes
Diabetes mellitus (DM) merupakan sekumpulan gangguan metabolik yang ditandai dengan adanya metabolisme glukosa abnormal, yang menyebabkan gula darah tinggi (hiperglikemia) dan profil lemak darah berubah (dislipidemia). Hal itu dikarenakan gangguan pada sekresi insulin, kerja insulin yang disebut resistensi insulin, atau keduanya.
DM ini merupakan penyakit progresif serius yang dapat menyebabkan berbagai resiko morbiditas (kesakitan) dan kematian. Komplikasi akut pada penderita disebabkan hiperglikemia parah, yang biasanya disertai dengan pencetus infeksi. Komplikasi kronis ditandai dengan kerusakan, disfungsi, dan akhirnya kegagalan berbagai organ, terutama mata, ginjal, saraf, jantung, dan otak.
“Oleh sebab itu, diabetes harus dikendalikan,” kata Dr dr Dante Saksono Harbuwono SpPD dalam Jakarta Diabetes Meeting 2010 di Jakarta, baru-baru ini.
Dante menjelaskan, diabetes menyebabkan penderita menjadi lemas, lesu, tidak bertenaga, dan menurun kinerjanya. Penyakit ini juga menyebabkan berbagai komplikasi berat.
Untunglah, perkembangan pengobatan dan penemuan mutakhir dapat membantu penderita menikmati hidup yang lebih baik dan sehat.
Meningkat
Sementara itu, dr Em Yunir SpPD mengungkapkan, hasil penelitian di daerah – seperti Manado –
menunjukkan prevalensi DM tipe 2 baru berkisar 0,8-6,1% pada dekade 1980-an. Namun, prevalensi naik dari tahun ke tahun.
Penelitian di Jakarta yang merupakan daerah urban menunjukkan, prevalensi DM naik dari 1,7% pada 1982 menjadi 5,7% tahun 1993. Prevalensi kemudian menjadi 12,8% tahun 2001 di daerah suburban Jakarta.
“Hasil penelitian pada tahun 2000-an menunjukkan peningkatan prevalensi yang sangat tajam,” papar dokter yang bergabung dalam Global Diabetes Walk and Fun Day ini.
Tatalaksana diabetes, menurut Em Yunir, dapat dilakukan dengan pengobatan herbal. Tanaman yang dapat menjadi pilihan antara lain adalah galega officinalis.
Tanaman tersebut telah digunakan untuk meredakan gejala diabetes sejak abad pertengahan. Berdasarkan hasil analisis, tanaman mengandung guanidine, komponen yang dapat menurunkan gejala penyakit gula darah dengan mengurangi resistensi insulin. Obat oral yang umum diresepkan untuk pasien diabetes juga mengandung ekstrak herbal ini.
“Herbal tersebut bekerja dengan menurunkan resistensi sel-sel terhadap insulin, mengurangi penyerapan glukosa dari usus halus, mengurangi pembentukan glukosa di hati, serta meningkatkan penyerapan dan penggunaan glukosa dalam lemak maupun sel-sel otot di seluruh tubuh,” jelas Em Yunir.
Tanaman lain yang bisa dipilih untuk pengobatan diabetes adalah ginseng. Akar tanaman ini telah lama dinyatakan efektif membantu pengobatan diabetes. Herbal tersebut bekerja dengan meningkatkan sensitivitas sel-sel terhadap insulin, dengan hormon mengirim sinyal kepada sel-sel untuk mengurangi gula darah dengan mengambil glukosa.
Studi yang dipublikasikan pada Diabetes Care memaparkan, partisipan yang menerima 3 gram ginseng memiliki kadar gula darah 59,1% lebih rendah ketimbang yang menerima placebo yang tidak mengandung ginseng.
Namun, bila hendak menggunakan ginseng, pasien sebaiknya di bawah pengawasan dokter. Meski partisipan dalam studi tidak mengalami efek samping yang berbahaya, ginseng potensial memperkuat efek obat penurun gula darah yang diresepkan dan menimbulkan efek berlawanan bila digunakan bersamaan dengan obat antidiabetes oral.
“Tanaman kayu manis juga baik dipilih untuk mengobati diabetes,” imbuh Em Yunir.
Ilmuwan dari Amerika Serikat (AS) mengatakan, konsumsi satu sendok teh kayu manis per hari bisa mencegah munculnya diabetes. Peneliti di nutrition laboratories Agricultural Research Services di Beltsville,
AS, menemukan bahwa ekstrak kayu manis dapat meremajakan kemampuan tubuh untuk lebih responsif terhadap insulin.
Hasil percobaan di laboratorium itu menunjukkan, pengolahan glukosa meningkat hingga 20 kali lipat. Efek ini disebabkan kandungan methylhydroxy chalcone polymer dalam kayu manis. Hasil percobaan pada tikus menunjukkan, konsentrasi glukosa tinggi turun drastis setelah diberi kayu manis.
Studi lain dari Pakistan menyimpulkan, penggunaan asupan kayu manis selama 40 hari menurunkan kadar gula darah puasa, trigliserida, kolesterol jahat LDL, dan total kolesterol. Penurunan itu terus terjadi hingga 20 hari berikutnya. Studi menunjukkan, orang yang mengonsumsi kayu manis minimal 1 gram sehari dapat merasakan manfaatnya.
Tanaman pare juga bisa membantu pengobatan diabetes. Beberapa studi klinis menemukan, pare meningkatkan produksi sel-sel beta di pankreas, yang memicu perbaikan produksi insulin di dalam tubuh. Kandungan charantin, polypeptide P, dan oleonolic acid glcosides di dalam pare berperan bagus dalam menangani diabetes.
Pasien yang mengidap diabetes disarankan minum sekitar 20 mililiter jus pare setiap hari. Konsumsi ini sebaiknya dilakukan saat perut masih dalam keadaan kosong di pagi hari.
Pengobatan diabetes juga bisa dilakukan dengan menggunakan sel punca (stem cell). Penggunaan stem cells berguna untuk mengatasi keterbatasan regenerasi sel-sel pankreas.
Hal itu terkait dengan penurunan sel pankreas atau bahkan kegagalan fungsi pada penderita DM. Untuk mengatasi penurunan sel pankreas ini dibutuhkan insulin, yang menggantikan fungsi pankreas setelah selnya tidak lagi dapat beregenerasi.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now



