Kepala Otorita IKN Nusantara Tak Perlu Fit and Proper Test
JAKARTA, investor.id - Ketua Pansus IKN Ahmad Doli Kurnia Tandjung menegaskan bahwa Kepala Otorita IKN Nusantara dipilih dan ditunjuk langsung oleh Presiden Joko Widodo setelah melakukan konsultasi dengan DPR. Namun untuk tahun pertama, kata Doli, Presiden tidak perlu harus konsultasi dengan DPR karena dalam UU IKN, kepala otorita IKN Nusantara harus sudah ada paling lambat 2 bulan setelah UU IKN disahkan.
Doli menegaskan, pemilihan dan penunjukan langsung oleh presiden ini tidak perlu melalui mekanisme fit and proper test atau uji kelayakan.
“Nggak ada (fit and proper test), kan di dalam UU itu diatur bahwa pengangkatan ketua dan wakil ketua otorita itu adalah sepenuhnya dilakukan presiden setelah dikonsultasikan kepada DPR,” ujar Doli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/1/2022).
Menurut Doli, kriteria utama dari kepala otorita IKN Nusantara harus mengetahui betul visi dan misi Presiden Jokowi, pemerintah dan DPR tentang penting pemindahan IKN ini.
Selain itu, kata dia, kepala otorita IKN Nusantara setidaknya mempunyai pengalaman di dunia urban planning, planalogi, pemahaman tentang berinovasi mencari skema-skema pembiayaan dan harus berintegritas.
“Saya juga melihat penting adanya sinergi antara pemerintah dengan pihak swasta. Jadi, mungkin itu kombinasi-lah ya antara orang yang mewakili pemerintah atau yang mempunyai pengalaman birokrasi juga atau swasta,” ungkap dia.
Lebih lanjut, Doli mengatakan tidak ada kriteria yang membatasi presiden untuk memilih dan menunjuk kepala otorita IKN Nusantara. Kepala otorita, tutur dia, bisa siapa saja, tidak harus berasal dari parpol atau harus berlatar belakang PNS.
“Nggak ada di UU diatur khusus apakah boleh atau tidak (orang) parpol atau ASN, bebas saja karena ditetapkan dan diangkat oleh presiden (setelah) dikonsultasikan di DPR. Posisinya setingkat dengan menteri,” pungkas Doli.
Dalam draf UU IKN, disebutkan Kepala Otorita IKN Nusantara merupakan kepala pemerintah daerah khusus IKN Nusantara yang berkedudukan setingkat menteri, ditunjuk, diangkat, dan diberhentikan oleh Presiden setelah berkonsultasi dengan DPR.
Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan Presiden Joko Widodo sudah mengantongi nama sosok yang bakal menjadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur.
"Mengenai siapa yang akan ditunjuk oleh presiden ya bisa ditanya ke presiden, ada di kantongnya beliau," kata Suharso Monoarfa, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/1/2022).
Suharso mengaku tidak mengetahui siapa sosok yang akan dipercaya Presiden Jokowi untuk menjadi Kepala Otorita IKN tersebut. Namun, dia percaya pilihan Presiden Jokowi merupakan pilihan yang tepat untuk menjalankan roda pemerintahan di IKN baru.
"Saya tidak tahu tapi tentu pasti pilihannya pilihan orang yang tepat untuk itu," ungkap Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.
Presiden Jokowi juga sudah menyebutkan 4 nama yang berpeluang menjadi Kepala Otorita IKN, yakni Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Abdullah Azwar Anas, Mantan Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, dan Mantan Direktur Utama PT Wijaya Karya Tumiyana.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler




