Menu
Sign in
@ Contact
Search
Yovita, Manajer Senior Turnitin, Customer Growth, South East Asia.

Yovita, Manajer Senior Turnitin, Customer Growth, South East Asia.

Integritas dan Orisinalitas Riset Dukung Pembangunan Kualitas SDM

Kamis, 21 Juli 2022 | 21:25 WIB
Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kemitraan antara institusi perguruan tinggi dan mitra industri harus dibina dan dijaga orisinalitasnya melalui standar penelitian dan etika yang memastikan sebuah kolaborasi yang efektif.

Menurut Yovita, Manajer Senior Turnitin, Customer Growth, South East Asia. Integritas dalam penelitian merupakan komponen penting dari pembangunan nasional, hal ini berlaku bahkan sebelum pandemi.

Menurutnya, efek pandemi pada akademisi secara global telah membuka lebar sebuah fakta dan realitas yang mengungkap sistem pendidikan kita. Ada beberapa fakta yang bisa di telaah dari efek samping dari tejadinya pandemi.

Yovita menyampaikan terjadinya peningkatan pelanggaran etika dalam hal keaslian dari sebuah hasil penelitian, seiring dengan adanya peralihan pada pembelajaran jarak jauh dan hybrid. Kedua sistem pembelajaran yang terpaksa harus dilakukan ini membawa efek samping.

“Seiring dengan merebaknya COVID-19 yang juga disertai dengan menyebarnya kebiasaan buruk yang mengancam integritas akademik. Istilah ini biasa disebut dengan 'paperdemic'. Dalam hal ini, kita melihat banyak penelitian yang dilakukan dalam waktu yang lebih singkat, terutama yang menyangkut topik yang terkait dengan virus, ketika para akademisi dunia berusaha memahami sebuah penyebaran penyakit baru. Hal ini menjadi sesuatu yang massive. Begitu banyak hasil dari penelitian menyebar dan sulit bagi kita mengidentifikasi mana dari hasil penelitian yang asli,”terang Yovita.

Untuk memastikan pengawasan yang kuat di tengah lonjakan hasil penelitian yang tidak asli dalam lingkungan belajar secara lebih umum, hanya dimungkinkan jika institusi, pengajar, dan siswa memberdayakan mereka dalam sistem pembelajaran otentik dalam kurikulum mereka. Selain itu, inisiatif yang menginformasikan kepada siswa dan peneliti tentang cara menemukan jurnal akademik yang terindikasi sebagai predator dan kloning, situs web yang dibajak, dan platform penipuan lainnya, sehingga dapat membantu menghindari masalah tersebut. Plagiarisme adalah bentuk lain dari pelanggaran serius oleh mahasiswa dan peneliti yang perlu ditangani.

Yovita juga memaparkan strategi lain yang sama pentingnya dalam membantu pendidik untuk menegakkan standar akademik yang ketat. Salah satu hal terpenting adalah membina sosial-emosional. Meskipun bukan konsep baru bagi pengajar, namun hal ini menjadi fokus yang lebih besar pada awal pandemic. Konsep ini menyoroti begitu pentingnya memperkuat hubungan siswa dengan guru dan teman sebaya. Melalui pembelajaran jarak jauh, sentuhan emosional dan hubungan sosial di lingkungan pendidikan menjadi berkurang. Disinilah peran serta utama bagi pendidik untuk tetap bisa menjaga hal ini tetap terbina dengan baik. Sehingga memperbaiki fungsi kontrol pengajar dengan peserta didiknya.

Hal ini berarti menanamkan keterlibatan dan kolaborasi, di mana umpan balik sangat diperlukan dalam interaksi terhadap lingkungan yang dapat mendorong rasa ingin tahu dan menghasilkan pemikiran orisinal. Karena pelanggaran akademik tidak selalu merupakan tindakan yang disengaja, penting bagi pendidik untuk memiliki alat bantu dan strategi untuk mendorong interaksi dan persepsi positif pada anak didik sebagai pengawasan terhadap sebuah hasil yang asli, terutama dalam sistem pembelajaran Hybrid.

Memanfaatkan teknologi dan penghematan dalam waktu serta akurasi yang dibawa oleh sistem pembelajaran Hybrid, akan menjadi sangat penting dalam hal ini. Karena teknologi telah memberdayakan pendidik untuk menyusun sebuah model penilaian yang mengajarkan siswa untuk melakukan penelitian dengan sangat jujur. Mengembangkan cara-cara baru untuk menjangkau dan membentuk siswa serta menginspirasi mereka untuk menjadi peneliti yang berkualitas.

Pengajar di seluruh Indonesia juga dapat mempertimbangkan untuk memperkenalkan praktik peer review yang dapat diterapkan di kelas hybrid atau online sepenuhnya, yaitu memberlakukan fungsi pengawasan oleh pendidik yang akan membantu mengawasi mereka dalam proses penelitian. Penilaian dilakukan oleh pengawas ahli, misalnya dengan cara mendorong siswa untuk memvalidasi ide-ide mereka sendiri dengan bukti-bukti yang objektif. Hal ini dapat menghindari siswa dari kesalahan penulisan kutipan yang salah.

Selain itu, hal ini juga dapat mendorong siswa untuk menumbuhkan pemahaman bersama terhadap, kosa kata, dan kriteria untuk evaluasi, menghadapkan mereka untuk memberi dan menerima sebuah umpan balik dari rekan mereka, dan mencapai keselarasan sebuah evaluasi. Keterampilan ini adalah keterampilan inti yang harus dimiliki oleh peserta didik, untuk dapat memastikan siswa menghasilkan karya yang asli.

Transparansi

Membuat sebuah penelitian yang transparan adalah salah satu landasan agar sebuah penelitian berintegritas, dengan kata lain sebuah penelitian tidak disembunyikan, dibutuhkan pengajaran dan pembelajaran yang eksplisit baik itu di ruang kelas, fakultas, dan di seluruh institusi.

Dalam hal ini teknologi mempunyai peranan penting dalam mengelola risiko tejadinya pelanggaran yang terkait dengan integritas sebuah penelitian. Selain membawa dampak negatif, teknologi juga membantu memberdayakan pendidik untuk lebih fokus pada hasil pembelajaran yang menekankan pentingnya akuntabilitas dan kejujuran. Dengan teknologi pendidik akan lebih mudah memperoleh data yang tersebar di jaringan Internet sehingga memungkinkan pendidik menemukan keganjilan dan peluang terjadinya plagiarisme. Pendidik akan lebih mudah melakukan evaluasi dan melakukan interaksi dengan siswa sehingga mendorong terwujudnya sebuah integritas.

Sementara itu hasil akademik yang menjunjung tinggi praktik kejujuran dan etis berimplikasi menghasilkan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi suatu negara. Mampu menciptakan generasi bangsa yang menjadi moralitas dan kejujuran dalam segala bidang sosial dan profesional. Sehingga sangat jelas integritas akademik membawa manfaat yang jauh melampaui itu. Ketika peneliti dan siswa didorong untuk menegakkan integritas, mereka dipaksa untuk menerapkan prinsip-prinsip yang sama ini dalam aspek lain kehidupan mereka.

 

 

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com