Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati (Tengah). (Foto: Dok.PR)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati (Tengah). (Foto: Dok.PR)

Aliansi G20 Empower Hasilkan Lampiran Teknis Rekomendasi Aksi Tiga Isu Prioritas

Rabu, 31 Aug 2022 | 19:12 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA,investor.id- Ajang G20 Ministerial Conference on Women’s Empowerment/MCWE (G20 MCWE) kembali digelar di Bali pada 24-25 Agustus belum lama ini. Di ajang ini, Indonesia ditunjuk sebagai Presidensi G20 Empower, untuk melanjutkan G20 MCWE yang pertama pada Presidensi G20 Italia 2021.

Co-Chair G20 Empower, sekaligus Wakil Ketua DPP IWAPI Rinawati Prihatiningsih mengatakan, di bawah Kepresidenan Indonesia, tahun 2022 dengan semangat, “Pulihkan Bersama, Pulihkan Lebih Kuat, untuk Menutup Kesenjangan Gender”, aliansi G20 Empower mendorong kerjasama tersebut menjadi semakin solid.

“Sehingga sukses menghasilkan kesepakatan yang dituangkan dalam “Lampiran Teknis” berupa poin-poin komitmen dari sektor swasta yang telah disepakati dan poin-poin rekomendasi untuk disampaikan pada Pemimpin G20 guna mewujudkan visi bersama mendorong aksi akselerasi pemberdayaan dan akses kepemimpinan ekonomi perempuan untuk menutup kesenjangan gender. Hal ini signifikan dalam upaya percepatan Brisbane Goal Roadmap,” kata Rinawati yang sekaligus pemilik dan COO PT Infinitie Berkah Energi melalui siaran pers, Rabu (31/8/2022).

baca juga: Peranan Aliansi G20 Empower dalam Pemberdayaan dan Kemajuan Representasi Ekonomi

Advertisement

Rinawati menjelaskan, Lampiran Teknis beserta Buku Pedoman (Playbook), dan Dashboard KPI untuk mendukung sektor swasta dan pemerintah dalam meningkatkan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja dan bisnis telah diserahkan secara langsung pada Menteri PPPA, yang didampingi Chair G20 Empower , Yessie D Yosetya dan Co-Chair, Rinawati Prihatiningsih, didampingi Co-Chair dari Jepang, Tsukiko Tsukahara, Co-Chair dari India, Sangita Reddy dan Lenita Tobing dari Business Consulting Group (BCG).

Rinawati menambahkan, G20 Empower sebagai aliansi dari G20 di bawah Kepresidenan Indonesia mengusung 3 aksi prioritas menyoroti akuntabilitas untuk implementasi G20 Empower KPI, perempuan dan UMKM sebagai penggerak ekonomi, dan strategi membangun ketahanan digital & ketrampilan masa depan bagi perempuan.

Tiga poin rekomendasi yang mudah diadopsi, disusun untuk memastikan pengukuran KPI dalam mendukung pemberdayaan dan kepemimpinan ekonomi perempuan.

Pertama, bersama ILO & OECD, G20 Empower menghasilkan dashboard untuk mengukur KPI yang telah disepakati yang akan dirilis setiap tahun. Kedua, G20 Empower memanfaatkan jaringan Advokat dari seluruh negara anggota G20 yang bertujuan multiplier effect dalam mempercepat partisipasi akses kepemimpinan ekonomi perempuan.

“Ketiga, G20 Empower telah menghasilkan Playbook yang berisi 73 praktik baik dari berbagai perusahaan di 15 negara yang dapat diimplementasikan oleh sektor swasta,” ungkap Rinawati.

Isu Prioritas

Selain itu, G20 Empower juga memperkuat isu-isu prioritas dengan mengangkat pembahasan tentang perempuan sebagai pekerja dan perempuan sebagai pemilik usaha terutama skala usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai basis pemulihan ekonomi.

Dalam hal ini, G20 Empower menghasilkan rekomendasi yang dapat diambil oleh sektor swasta untuk mendukung keterlibatan dalam UMKM. Hal ini sejalan dengan isu prioritas kedua.

Upaya terkoordinasi lebih lanjut yang mencakup peningkatan kerjasama sektor publik dan swasta dalam mendukung baik perempuan yang bekerja di UMKM maupun bagi perempuan pemilik UMKM sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi.

baca juga: G20 EMPOWER – Microsoft Dorong Partisipasi Perempuan dalam Ekonomi Digital

Sedangkan, untuk pemperkuat isu prioritas ketiga, G20 Empower menyoroti pembangunan ekonomi masa depan melalui peningkatan ketrampilan dan pemberdayaan digital. Sektor swasta didorong untuk membangun ketrampilan masa depan terkait digital ekonomi dengan meningkatkan kesadaran dan partisipasi digital, membuat program pelatihan yang disesuaikan, dan pelacakan dan pemantauan berkelanjutan.

“Atas nama Tim Kepresidenan G20 EMPOWER Indonesia, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tulus kepada semua pihak yang telah membantu. Penghargaan yang tinggi juga ditujukan kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Tidak lupa juga terima kasih kami kepada para sponsor khususnya Sinar Mas, Microsoft dan mitra strategis kami, Boston Consulting Group (BCG) Jakarta, dalam memberikan dukungan strategis dan bimbingan dalam pembuatan, penyusunan Lampiran Teknis ini,” tutur Rinawati.

Dalam pernyataan penutup di penghujung acara MCWE 2022, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati menegaskan, sebagai pembuat kebijakan serta pemangku kepentingan harus yakin bahwa mencapai kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, adalah misi dan investasi jangka panjang, tetapi bukan sesuatu yang mustahil.

“Membangun komitmen yang kuat dan kokoh di antara para pemangku kepentingan termasuk negara dan organisasi internasional adalah kunci untuk mencapai tujuan yang komprehensif, kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Saya berharap bahwa meskipun konferensi ini telah berakhir, kolaborasi kita yang kuat dapat berlanjut untuk tujuan global bersama ini,” tandas Menteri Bintang.

Editor : Emanuel (eman_kure@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com