Jumat, 15 Mei 2026

Menteri LHK: Ini Merupakan Komitmen Indonesia Atas Perubahan Iklim 

Penulis : Aris Cahyadi
2 Sep 2022 | 11:11 WIB
BAGIKAN
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya

JAKARTA, investor.id – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyatakan, pembahasan mengenai rehabilitasi mangrove di Indonesia menjadi salah satu fokus di KTT G20. Mengingat ada dua kawasan konservasi yang bakal dikunjungi kepala negara di ajang internasional tersebut.

“Kita fokus dengan rehabilitasi, pelestarian mangrove ini, karena Indonesia bukan hanya ikut dalam agenda perubahan iklim, tapi kita akan memimpin presidensi G20 mendatang, dan ini merupakan komitmen Indonesia,” ujar Siti dalam keterangan resminya dikutip Jumat (2/9/2022).

Menurut Siti, pembuktian komitmen tersebut bisa dilihat dari aksi nyata yang telah dilakukan. Seperti upaya restorasi hutan mangrove, restorasi hutan gambut, serta merestorasi lahan-lahan kritis di Indonesia.

“Nah, keberhasilan pengelolaan mangrove di Bali ini sekaligus memberikan gambaran pembangunan Indonesia dengan prinsip keseimbangan pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Adapun Siti berharap, bahwa berbagai pemangku kebijakan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat atas pentingnya mangrove.

“Karena memang jika mangrove ini terjaga, maka keuntungannya akan kembali kepada masyarakat. Misal saja Tahura Ngurah-Rai ini, selain menjadi destinasi wisata, tentunya akan memacu pertumbuhan ekonomi lokal,” tutupnya.

Selain di Bali, Siti pun terus mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan restorasi mangrove di berbagai wilayah, baik di Pantai Tirang Semarang, dan sembilan titik di Jawa Tengah, maupun Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Adapun sektor kehutanan menyumbang porsi terbesar di dalam target penurunan emisi gas rumah kaca dengan kontribusi sekitar 60% dalam pemenuhan target netral karbon atau net-zero emission. Sedangkan Indonesia memiliki luasan mangrove hingga 22,6% dari total keseluruhan dunia, dimana hal ini tentunya memegang peranan penting.

Selain itu, mangrove juga memiliki kemampuan menyimpan cadangan karbon empat sampai lima kali lebih besar dari tanaman hutan di daratan. Sehingga jika semakin banyak lahan mangrove yang dibuka, maka semakin membantu dalam pengendalian iklim.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia