Menu
Sign in
@ Contact
Search
Presiden Jokowi pada konferensi pers perihal Pengalihan Subsidi BBM, Sabtu 3 September 2022. (Foto: Setpres )

Presiden Jokowi pada konferensi pers perihal Pengalihan Subsidi BBM, Sabtu 3 September 2022. (Foto: Setpres )

Presiden Jokowi: Teknologi Digital Jadi Solusi Krisis Pangan

Senin, 26 Sep 2022 | 10:07 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

KABUPATEN TANGERANG, Investor.id –  Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis teknologi digital akan menjadi solusi untuk menyelesaikan persoalan krisis pangan di berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

“Padahal kalau kita lihat urusan pangan. Urusan krisis pangan akan menjadi persoalan besar yang harus dipecahkan dengan memanfaatkan teknologi ke depan. Dan, itu adalah kesempatan. Itu adalah peluang. Itu adalah opportunity. Dan, agriculture hanya ada 4%. Hati-hati, ini ada kesempatan besar di situ," kata Presiden Jokowi pada peresmian pembukaan BUMN Startup Day Tahun 2022 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Kabupaten Tangerang,  Provinsi Banten, Senin (26/9/2022).

Baca juga: Terima Global Citizen Award, Jokowi Dinilai Sukses Promosikan Misi Perdamaian Dunia

Hadir pada kesempatan itu, Menteri BUMN Erick Thohir, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Pj Gubernur Banten Al Muktabar, dan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.

Advertisement

Kepala Negara mengatakan bahwa dari kategori yang besar yang ada, Fintech yang paling dominan, yaitu mencapai 23%, diikuti ritel 14%, dan pertanian (agriculture) hanya 4%.

“Hati-hati, ini ada kesempatan besar di situ. Karena di dalam urusan pangan itu ada yang namanya urusan produksi, ada yang namanya urusan distribusi, dan ada yang namanya urusan pasar. Di sini ada peluangnya semuanya. Urusan distribusi ada, urusan produksinya ada, dan urusan pasarnya ada peluang semuanya,” katanya.

Dikatakan, yang namanya urusan pangan tidak hanya seputar urusan beras semata, tetapi ada komoditas lainnya, seperti sayur-mayur, sorgum, porang, kasava, sagu dan lain sebagainya.

Baca juga: Pengamat Puji Strategi Jokowi Perkuat Pertahanan di Pulau Terluar Indonesia

“Pangan tidak hanya beras. Hati-hati. Ada sorgum, ada porang, ada kasava, ada sagu, dan lain-lain. Sehingga ini menjadi sebuah peluang besar dan target konsumen dari petani di ladang, dari nelayan di lautan, sampai masuk melompat ke dapurnya ibu-ibu rumah tangga. Peluangnya sangat besar sekali,” kata Presiden Jokowi.

Oleh sebab itu, kata Presiden Jokowi, ada potensi besar bagi ekonomi digital Indonesia untuk tumbuh pesat dalam situasi memprihatinkan saat ini. Apalagi kini ekonomi digital Indonesia tumbuh pesat dan menjadi yang tertinggi di Kawasan Asia Tenggara.

Baca juga: Lolos ke Piala Dunia, Presiden Jokowi Apresiasi Prestasi Timnas Sepak Bola Amputasi

"Pertumbuhannya melompat delapan kali lipat dari tahun 2020, kira-kira dari Rp 632 triliun akan menjadi Rp 4.531 triliun pada tahun 2030," kata dia.

Kepala Negara  mengatakan, peluangnya sangat besar dan menjadi kesempatan bagi kaum muda Indonesia untuk memanfaatkan potensi yang ada. Disebutkan, keunggulan lainnya Indonesia adalah pengguna internet telah mencapai 77% dari total penduduk dan penggunaannya selama 8 jam 36 menit setiap hari.

"Besar sekali potensi yang ada. Dan, startup Indonesia adalah yang tertinggi keenam di dunia setelah  Amerika Serikat, India, Inggris, Kanada, Australia. Indonesia nomor enam," kata Presiden Jokowi.

Di sisi lain, Presiden Jokowi mengingatkan bahwa dari  kategori yang besar masih didominasi fintech  yang mencapai 23%, diikuti ritel 14%

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com