Jumat, 15 Mei 2026

Prioritas Daerah Yang Jauh dari Ibu Kota, Jokowi Minta Penyaluran BSU Dipercepat

Penulis : Lenny Tristia Tambun
28 Sep 2022 | 11:06 WIB
BAGIKAN
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianugerahi gelar kehormatan adat Kesultanan Ternate pada acara yang diselenggarakan di Kedaton Sultan Ternate, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, Rabu (28/9/2022).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianugerahi gelar kehormatan adat Kesultanan Ternate pada acara yang diselenggarakan di Kedaton Sultan Ternate, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, Rabu (28/9/2022).

JAKARTA, Investor.id –  Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta penyaluran bantuan subsidi upah (BSU) dipercepat, sehingga dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

Hal itu disampaikan Jokowi saat meninjau dan menyerahkan BSU kepada para penerima manfaat di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara, Rabu (28/9/2022).

“Ini akan terus dipercepat oleh Ibu Menteri (Ketenagakerjaan),” kata Jokowi seusai peninjauan.

ADVERTISEMENT

Selain dipercepat, Jokowi menginginkan penyaluran BSU diprioritaskan bagi daerah yang jauh dari Ibu kota. Tidak hanya itu, ia akan mengecek secara langsung penyaluran bantuan tersebut.

“Utamanya yang jauh-jauh dari ibu kota. Juga saya akan pantau, tidak semuanya, tetapi yang akan saya cek satu per satu,” ujar Jokowi.

Jokowi mengungkapkan hingga kini penyaluran BSU di Indonesia sudah mencapai 48,34% atau sekitar 7,77 juta penerima manfaat. Sedangkan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) telah mencapai 96,6 persen.

“Sudah [disalurkan] di 508 kabupaten dan kota. Ini juga sudah hampir 20 juta [penerima], sudah 19.955.471 penerima,” terang Jokowi.

Kepala Negara berharap bantuan sosial ini dapat menjaga daya beli masyarakat dan menggerakkan perekonomian nasional.

“Kita harapkan dengan ini daya beli, konsumsi masyarakat, semuanya bisa terangkat lebih baik dan itu akan memunculkan, mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara makro, yang kita inginkan,” jelas Jokowi.

Tampak mendampingi Presiden dalam agenda ini, antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, dan Gubernur Provinsi Maluku Utara Abdul Gani Kasuba.


 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia