Kemenkes: Tak Cuma di Apotek, Obat Sirop Juga Dilarang di Ritel
JAKARTA, Investor.id - Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr M. Syahril mengatakan, instruksi Kemenkes agar obat sirop untuk sementara tidak dijual bebas di seluruh apotek, sebetulnya juga berlaku untuk penjualan obat sirop di ritel-ritel lain.
“(Instruksi Kemenkes) untuk obat-obat jualan di apotek dan tempat lain karena harus berlaku untuk semua,” kata Syahril saat berdialog dengan Beritasatu.com secara daring, Sabtu (22/10/202).
Syahril mengakui saat ini obat sirop masih dijual bebas. Untuk itu, ia berharap masyarakat tidak membeli obat sirop tersebut. Sementara itu, pemilik usaha ritel farmasi atau swalayan diminta untuk mengikuti instruksi Kemenkes bernomor SR.01.05/III/3461/2022 terkait kewajiban penyelidikan epidemiologi dan pelaporan kasus gangguan ginjal akut atipikal (atypical progressive acute kidney injury) pada anak.
Menurut Syahril, pemilik ritel harus bertanggung jawab dan berkomitmen untuk sementara tidak menjual obat sirop hingga dilansirnya hasil penelitian terkait adanya zat kimia berbahaya dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
Berdasarkan data per 21 Oktober 2022, jumlah kasus kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal pada anak tercatat sebanyak 241 kasus dari 22 provinsi yang melapor. Dari 241 kasus tersebut, terjadi kematian pada 133 kasus.
Adapun zat kimia berbahaya etilen glikol (EG), dietilen glikol (DEG), dan etilen glikol butil ether (EGBE) ini berasal dari penggunaan polietilen glikol sebagai zat pelarut melebihi batas.
Pada kesempatan sama, Syahril menuturkan, karena semua obat sirop memiliki zat pelarut, maka larangan penggunaan sementara obat sirop ini tidak hanya untuk anak-anak, tetapi juga untuk orang dewasa. Meskipun, kasus gangguan ginjal saat ini, diketahui menyerang anak usia di bawah 18 tahun, dengan kasus terbanyak adalah balita usia di bawah 5 tahun.
Syahril juga menegaskan, semua pihak yang masih menjual atau meresepkan lima obat yang telah dilarang oleh BPOM akan berurusan dengan hukum.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

