Jumat, 15 Mei 2026

Ini Dampak Jadi Tuan Rumah G20 bagi Indonesia

Penulis : Herman
12 Nov 2022 | 21:20 WIB
BAGIKAN
Anggota Komisi XI DPR Puteri Komarudin  dalam  diskusi secara daring bertajuk "G20 Impact for Indonesia", Sabtu (12/11/2022).
Anggota Komisi XI DPR Puteri Komarudin dalam diskusi secara daring bertajuk "G20 Impact for Indonesia", Sabtu (12/11/2022).

JAKARTA, Investor.id - Anggota Komisi XI DPR Puteri Komarudin menilai terpilihnya Indonesia sebagai Presidensi G20 akan memberi dampak besar pada berbagai sektor. Presidensi G20 juga dinilai akan memperkuat kepemimpinan Indonesia di tingkat global. Apalagi sudah ada 17 kepala negara G20 yang menyatakan akan hadir secara langsung dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali yang akan digelar pada 15-16 November 2022.

“Di KTT G20 ini, akan ada banyak kepala negara yang hadir, negara-negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Artinya negara-negara ini adalah negara yang paling berpengaruh di dunia pada saat ini. Jadi melalui presidensi ini, tentunya Indonesia berkesempatan untuk mengatur dan juga berkontribusi pada arah kebijakan global, terutama di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian,” kata  Puteri dalam acara diskusi secara daring bertajuk “G20 Impact for Indonesia”, Sabtu (12/11/2022) seperti dilansir Beritasatu.com.

Dari sisi ekonomi, Puteri melihat dampaknya akan dirasakan melalui mobilitas yang meningkat. Sektor pariwisata yang sebelumnya sempat terpuruk akibat dampak pandemi Covid-19 juga akan menerima berkahnya.

“Dampak positif yang bisa kita lihat dari sektor pariwisata dengan banyaknya yang datang, akomodasi, sampai dengan ekonomi kreatif. Kita lihat sepanjang tahun ini dengan berbagai side event dna juga event utama, negara-negara anggota G20 juga telah hadir mengunjungi Indonesia. Jadi memang mobilitas dan kegiatan ekonominya terus meningkat,” kata Puteri.

ADVERTISEMENT

Sebelum puncak acara KTT G20, berbagai rangkaian acara Presidensi G20 Indonesia telah digelar mulai dari main events hingga side events yang berlangsung sejak 1 Desember 2021 dengan total kegiatan hingga 438 events dan diselenggarakan di 25 kota.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso selaku Sekretaris Gabungan Finance Track dan Sherpa Track Presidensi G20 Indonesia dalam kesempatan sebelumnya juga mengungkapkan, Presidensi G20 Indonesia secara langsung telah membawa dampak positif pada perekonomian nasional, salah satunya ditunjukkan dengan laju ekonomi nasional pada dua kuartal terakhir yang tumbuh impresif dan peningkatan produk domestik regional bruto (PDRB) pada sejumlah kota tempat penyelenggaraan events.

“Mungkin kalau kita lihat, dampak yang kelihatan saja PDB kita dua kuartal ini sangat bagus sekali. Kuartal II kemarin 5,44% dan kuartal III impresif sekali sangat tinggi 5,72%. Itu jauh lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi 2019, jadi dibandingkan pra pandemi pun jauh lebih tinggi. Event ini juga betul-betul mendorong pertumbuhan PDRB secara regional,” ungkap Susiwijono.

Selanjutnya, rangkaian kegiatan Presidensi G20 Indonesia yang telah dilaksanakan selama satu tahun juga telah memberikan dampak positif dalam mendorong peningkatan sektor konsumsi. Hal tersebut ditunjukkan dengan capaian share konsumsi rumah tangga yang masih terjaga diatas 50% dan nilai konsumsi rumah tangga yang tumbuh sebesar 5,39% (yoy) pada kuartal III tahun 2022.

Lebih lanjut, Susiwijono juga menjelaskan bahwa dampak positif dari Presidensi G20 Indonesia turut dirasakan oleh dunia usaha utamanya pada bidang transportasi, akomodasi, serta industri makanan dan minuman. Pada bidang transportasi, pertumbuhan tercatat sebesar 25,8% (yoy) pada kuartal III tahun 2022, sedangkan pada sektor akomodasi dan makanan minuman tumbuh sekitar 17,8% (yoy) pada kuartal III tahun 2022. Perbaikan juga ditunjukkan pada sisi tenaga kerja yang terlihat dari tingkat pengangguran pada bulan Agustus 2022 sebesar 5,86% atau menurun jika dibandingkan dengan bulan Agustus 2021 yang sebesar 6,49%.

“Sekian banyak events G20 itu berdampaknya langsung dan nyata pada ekonomi kita, jadi kalau kita simpulkan hampir semua sektor utamanya transportasi, akomodasi, dan makanan minuman tumbuh luar biasa karena pengaruh event G20 ini,” tutur Susiwijono.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia