Jumat, 15 Mei 2026

Pengamat: Rencana Jokowi Cabut PPKM Sangat Baik Bagi Ekonomi Nasional

Penulis : Aris Cahyadi
25 Des 2022 | 19:11 WIB
BAGIKAN
Presiden Jokowi. (Youtube/Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi. (Youtube/Sekretariat Presiden)

JAKARTA, investor.id – Pengamat kebijakan publik Sugianto mendukung keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakhiri kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akhir Desember 2022. Menurutnya, rencana tersebut sangat tepat karena kondisi pandemi di Indonesia sudah melandai hingga hal tersebut sudah tidak menjadi urgensi lagi.

“Sangat tepat keputusan Presiden mencabut aturan PPKM. Kan sekarang pandemi sudah berkurang sekali dan itu menjadi alasan pemerintah mencabut aturan tersebut. Sejauh ini masyarakat sudah banyak melakukan vaksin, otomatis imunitas kita sudah kuat kan,” kata Sugianto saat dihubungi, Minggu (25/12/2022).

Menurut Sugianto, ada beberapa pertimbangan pemerintah dalam mengambil keputusan untuk mencabut peraturan PPKM ini, diantaranya jumlah orang yang melakukan vaksinasi sudah banyak dan pertimbangan ekonomi nasional menjelang tahun 2023 yang diprediksi akan terjadi resesi.

“Pada dasarnya keputusan pemerintah ini sudah melalui pertimbangan, baik vaksinisasi maupun peningkatan ekonomi nasional, khususnya ekonomi masyarakat kecil. Dampak dari pandemi Covid-19 itu sangat besar, termasuk pada arah pembangunan bangsa,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sugianto melihat, pencabutan aturan ini akan berpengaruh besar untuk ekonomi nasional ke depan. Terlebih lagi pada akhir tahun ini sesuai data pemerintah akan ada pergerakan puluhan juta orang yang mudik merayakan Natal dan Tahun Baru 2023. “Itu artinya potensi perputaran uang semakin tinggi dan itu sangat baik buat ekonomi kita,” ucap dia.

Atas dasar itu, Sugianto mengaku heran dengan orang-orang yang mengkritisi rencana Presiden Jokowi mencabut aturan PPKM. Pasalnya, kata Sugianto, keputusan Presiden pasti sudah melewati berbagai kajian dan pertimbangan, jadi tidak sekedar mencabut.

“Kalau ada yang masih mengkritik rencana Presiden mencabut aturan PPKM ini, berarti ada kesalahan dalam cara berpikir mereka, toh sekarang tidak lagi menjadi pandemi tapi sudah menjadi endemi. Nah, kita tidak perlu berkutat dalam persoalan ini, kapan kita mau maju kalau masih membahas hal-hal kecil seperti ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IX Lucy Kurniasari mengatakan, rencana Presiden mencabut aturan PPKM sangat berdampak besar bagi masyarakat, khususnya bagi para pelaku usaha kecil. Selain itu, gairah perekonomian Indonesia yang sempat terpuruk karena pandemi akan bangkit kembali dan membuka potensi peningkatan investor asing.

“Presiden (Joko Widodo) harus berani menyatakan. Hal itu diperlukan agar dapat menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023,” kata Lucy.

Dikatakan politisi Demokrat ini, pencabutan aturan PPKM ini menjadi pintu masuk Pemerintah dalam menguatkan ekonomi nasional, dimana tahun depan ada ancaman terjadi resesi ekonomi global yang bisa kembali memporak-porandakan ekonomi Indonesia.

“Harapannya Indonesia dapat terbebas dari dampak resesi yang diperkirakan terjadi tahun 2023. Indonesia setidaknya dapat terhindar dari situasi ekonomi yang tidak menentu itu,” jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi berencana menerbitkan keputusan presiden (Keppres) yang berkaitan dengan menghentikan pemberlakuan pembatasan mobilitas masyarakat. Namun, pemerintah masih menunggu hasil kajian akhir yang dilakukan Kementerian Kesehatan.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia