Jumat, 15 Mei 2026

Gobel Jelaskan IKN ke Parlemen Hungaria

Penulis : Oleh Primus Dorimulu
21 Feb 2023 | 10:52 WIB
BAGIKAN
Wakil Ketua DPR RI Bidang Korinbang, Rachmat Gobel bersama sejumlah delegasi parlemen Indonesia bertemu dengan wakil ketua DPR Hungaria, Olah Lajos, untuk menjelaskan menjelaskan tentang pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan.
Wakil Ketua DPR RI Bidang Korinbang, Rachmat Gobel bersama sejumlah delegasi parlemen Indonesia bertemu dengan wakil ketua DPR Hungaria, Olah Lajos, untuk menjelaskan menjelaskan tentang pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan.

BUDAPEST, Investor.id – Wakil Ketua DPR RI Bidang Korinbang, Rachmat Gobel, menjelaskan tentang pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan di hadapan pimpinan DPR Hungaria. “IKN akan banyak memberikan manfaat strategis bagi Indonesia, khususnya untuk pemerataan ekonomi, untuk pertumbuhan ekonomi, dan untuk mengurangi beban sosial dan lingkungan bagi Jakarta dan Jawa,” katanya, Senin (20/2/2023).

Hal itu ia sampaikan di hadapan pimpinan DPR Hungaria yang dipimpin wakil ketuanya, Olah Lajos. Sedangkan delegasi parlemen Indonesia, selain Gobel, adalah Heri Gunawan, Supratman Andi Agtas, Charles Meikyansyah, Dyah Roro Esti Widya Putri, Nasim Khan, dan M Hekal. Selain itu, ikut pula Dirut PT Pupuk Indonesia Bakir Pasaman dan Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PT Pertamina Geothermal Energy Rachmat Hidajat. Mereka didampingi Dubes Indonesia untuk Hungaria Dimas Wahab.

Kunjungan delegasi parlemen Indonesia ke Hungaria karena diundang oleh parlemen Hungaria. Gobel menjelaskan tentang IKN karena Hungaria tertarik untuk terlibat dalam pembangunan IKN. Ada banyak hal yang mereka tawarkan, di antaranya tentang water treatment dan pembangunan lingkungan hidup.

Gobel menjelaskan, pemindahan IKN ke Kalimantan merupakan ide presiden pertama Indonesia, Soekarno, pada 1957. Namun ide itu baru bisa direalisasikan oleh Presiden Joko Widodo. Menurutnya, selama ini ekonomi Indonesia lebih banyak berkembang di Jawa, Sumatra, dan Bali. Sedangkan Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara tertinggal. “Dengan pindah ibu kota ke Kalimantan maka wilayah timur yang selama ini tertinggal akan memiliki peluang besar untuk tumbuh dan berkembang. Jadi, selain akan mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi nasional, juga akan memeratakan ekonomi di kawasan timur. Saya yang mewakili Gorontalo sangat mendukung karena akan menguntungkan masyarakat Gorontalo,” katanya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, kata Gobel, beban Jakarta dan Jawa sudah sangat berat. Misalnya, kepadatan penduduk sangat tinggi dan lingkungan hidup yang terdesak oleh permukiman dan industri. “Jadi ada beban sosial dan lingkungan hidup yang ditanggung Jakarta dan Jawa. Dengan pindah ibu kota maka beban itu berkurang karena gravitasi ekonomi juga akan tumbuh di wilayah timur,” katanya.

Gobel menjelaskan, pembangunan IKN akan berwawasan lingkungan sehingga relatif tak terjadi deforestrasi. “Bahkan akan menjadi contoh dan model bagi kota-kota lain di Indonesia dalam hal tata ruang dan pembanguna kota yang hijau. Jadi, nanti akan ditiru,” katanya.

Gobel Jelaskan IKN ke Parlemen Hungaria
Selain Rachmat Gobel, delegasi parlemen Indonesia lainnya adalah Heri Gunawan, Supratman Andi Agtas, Charles Meikyansyah, Dyah Roro Esti Widya Putri, Nasim Khan, dan M Hekal. Turut pula, Dirut PT Pupuk Indonesia Bakir Pasaman dan Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PT Pertamina Geothermal Energy Rachmat Hidajat, dan Dubes Indonesia untuk Hungaria Dimas Wahab.

Lajos meminta agar ada dari pemerintah Indonesia yang datang ke Hungaria untuk menjelaskan tentang pembangunan IKN tersebut di hadapan pengusaha Hungaria sehingga mereka bisa melihat peluang investasi yang bisa dilakukan pengusaha Hungaria di IKN. Menanggapi hal itu, Gobel akan mengajak atau meminta pimpinan pembangunan IKN untuk datang ke Hungaria.

Mulai dari Komunikasi

Selain itu, Gobel juga menjelaskan tentang peningkatan hubungan kedua negara dan kedua bangsa. Menurutnya, hubungan yang baik harus dimulai dari komunikasi yang bagus dan hubungan antarmanusia kedua negara dan kedua bangsa yang baik pula. Karena itu, ia memuji kebijakan pemerintah Hungaria yang memberikan 110 beasiswa per tahun bagi mahasiswa Indonesia untuk kuliah di Hungaria.

“Selalu memulai dari people to people dan heart to heart relationship. Bukan dimulai dari pocket to pocket,” katanya. Pemberian beasiswa, katanya, merupakan wujud hubungan heart to heart.

Saat ini, hubungan ekonomi Indonesia dan Hungaria belum cukup bernilai. Namun, pada 2021, perusahaan Hungaria baru memenangkan tender senilai US$ 300 juta untuk investasi pada sistem pembayaran jalan tol secara digital. “Hubungan bisnis yang baik harus dimulai dari komunikasi dan hubungan antarmanusia yang baik pula,” katanya. Selain itu, katanya, pertemuan secara langsung dan tatap muka jauh lebih baik dibandingkan dengan kehadiran teknologi.

Editor: Totok Subagyo

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia