Kelola Banyak Hutan, Erick Thohir Inginkan Indonesia Jadi Pemain Carbon Trading
JAKARTA, Investor.id – Menteri BUMN Erick Thohir menginginkan Indonesia menjadi bagian dari ekosistem perdagangan karbon. Oleh karena itu, BUMN melalui PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI menggandeng Bursa Efek Indonesia (BEI).
Lewat perjanjian tersebut, Erick menjelaskan, ID Survei yang dipimpin PT BKI akan bertugas untuk mensertifikasi. Sementara BEI, sebagai bagian dari sistem dan instrumennya sudah ada di bawah naungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Jadi, MoU ini bagaimana mereaktifkan carbon trading, di mana pemerintah sudah punya tools di bawah OJK dan bursa bagian dari sistem,” papar Erick kepada media di Gedung BEI Jakarta, Senin (27/2).
Di era karbon seperti sekarang ini, Erick tidak ingin, Indonesia hanya menjadi penonton. "Oleh karena dulu, kita pernah ada yang namanya carbon trading. Ternyata kita dibohongi. Investasi tidak ada, tapi karbonnya dijual ke tempat lain dengan harga mahal. Kita nggak mau dibohongi lagi,” lanjut Erick.
Menurutnya, Indonesia bila mampu mengonsolidasikan, bisa menjadi salah satu bagian dari ekosistem karbon layaknya negara-negara pemain karbon lain seperti Kongo, Brazil, dan beberapa negara lain.
Artinya, Indonesia merupakan salah satu pemain besar seperti Indonesia dikenal sebagai negara besar pengekspor minyak bumi di Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC).
“Nah, ini OPEC versi Karbon dengan hutannya. Artinya, kita harus benar-benar menjadi pemainnya. Presiden sudah sering mendorong ini dan kita bersepakat untuk memastikan menjadi bagian yang diuntungkan,” tutur Erick.
Untuk diketahui, penandatanganan MoU antara BEI dan PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) diteken Direktur Utama BEI Iman Rachman dan Direktur Utama PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) Arisudono Soerono.
Kerja sama tersebut dalam rangka pengembangan dan penyelenggaraan pasar karbon di Indonesia. Penandatanganan MoU antara BEI dengan Kementerian BUMN juga diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah, transparansi, dan akuntabilitas perusahaan, serta entitas anak usaha BUMN.
Hal ini akan membantu meningkatkan daya saing perusahaan BUMN di tingkat nasional maupun global. Adapun ruang lingkup kerja sama BEI dan Kementerian BUMN ini dapat mendukung pengembangan pasar modal melalui sosialisasi, edukasi, serta pendampingan mengenai go public, sekaligus penerbitan instrumen pendanaan pasar modal lainnya untuk perusahaan dan entitas anak usaha BUMN.
Selain hal tersebut, kerja sama ini juga meliputi pengembangan dan penerapan tata kelola yang baik (Good Corporate Governance), Environmental, Social and Governance (ESG), serta kerja sama dalam memajukan ekosistem startup khususnya di lingkungan BUMN. Melalui kerja sama ini, BEI juga berkomitmen untuk memberikan edukasi mengenai investasi di pasar modal.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler



