Butuh Waktu 5-14 Hari Cocokkan DNA Korban Kebakaran Depo Pertamina
JAKARTA, Investor.id - Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Polri Kramat Jati Brigjen Pol Hariyanto mengatakan, pihaknya membutuhkan waktu kurang lebih 5-14 hari untuk melakukan pencocokan DNA keluarga korban kebakaran Depo Pertamina, Plumpang, Jakarta Utara dengan para jenazah. Menurut Hariyanto, proses pencocokan DNA membutuhkan waktu dan kehati-hatian.
"(Prosesnya) 5-14 hari, doakan. Ini kan mencocokkan ya, jadi kalau yang dicocokkan, belum ketemu ya belum bisa nyambung, belum bisa kita rilis," ujar Haryanto di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (4/3/2023).
Haryanto menegaskan, proses identifikasi jenazah tidak mudah. Pasalnya, kata dia, pihaknya harus bisa memastikan proses identifikasi benar.
"Kan prinsipnya adalah kehati-hatian. Identifikasi ini memang luar biasa harus sesuai benar," tandas dia seperti dikutip Beritasatu.com.
Pada kesempatan itu, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah mengumpulkan 10 sampel DNA keluarga korban kebakaran Depo Pertamina, Plumpang, Jakarta Utara. DNA tersebut, kata Dedi, akan diteliti dengan hati-hati untuk mencocokkan dengan jenazah korban peristiwa itu.
"Sepuluh (sampel DNA) itu nanti untuk pembanding dari 14 jenazah yang sudah diambil DNA-nya oleh tim, akan bekerja dengan ketelitian kehati-hatian, karena ini butuh waktu untuk mencocokkan DNA," ujar Dedi Prasetyo.
Dedi mengatakan, dari 14 jenazah, terdapat 2 jenazah yang sudah diidentifikasi dengan sidik jari. Sementara, kata dia, 12 jenazah sudah diambil sampel DNA-nya. Nantinya, jenazah tersebut akan dicocokkan dengan 10 sampel DNA dari keluarga korban yang sudah diambil.
"DNA itu langsung yang memiliki garis keturunan secara langsung. Jadi, orang tua, kakaknya, adiknya seperti itu. Ini masih terus proses antimorten meminta data dari pihak keluarga. Postmorten tetap bekerja dengan dua metodologi dengan DNA dan ontologi," ungkap Dedi.
Diketahui, Depo Pertamina, Plumpang, Jakarta Utara terbakar pada Jumat (3/3/2023) malam. Hingga Sabtu sore, RS Polri menerima 15 kantong jenazah korban kebakaran Depo Pertamina tersebut. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9 jenazah laki-laki, 5 perempuan dan 1 body part atau bagian tubuh.
Tim DVI Polri telah mengindentifikasi 2 jenazah, yakni pertama, Fahrul Hidayatullah, 28 tahun, dengan alamat Rawa Badak Selatan, Koja. Fahrul teridentifikasi dari sidik jari tengah kanan. Kedua, atas nama Muhammad Bukhori, 41 tahun, terindentifikasi dari sidik jari jempol kanan. Dia adalah warga Rawa Badak Selatan, Koja.
Tim DVI Polri mengidentifikasi jenazah korban kebakaran Depo Pertamina dengan metode DNA, metode sidik jari dan metode ontologi, yaitu mengidentifikasi korban melalui gigi.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler

