Jumat, 15 Mei 2026

Kejar Terus! 10 Pegawai Kemenkeu Dipanggil Gara-gara Hartanya Tak Wajar

Penulis : Arnoldus Kristianus
8 Mar 2023 | 18:26 WIB
BAGIKAN
Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Awan Nurmawan Nuh (tengah) dalam konferensi pers tindak lanjut penanganan Rafael Alun Trisambodo di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu, 8 Maret 2023. (Foto: Beritasatu.com/Herman)
Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Awan Nurmawan Nuh (tengah) dalam konferensi pers tindak lanjut penanganan Rafael Alun Trisambodo di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu, 8 Maret 2023. (Foto: Beritasatu.com/Herman)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sudah memanggil 10 pegawai yang terindikasi memiliki harta kekayaan tidak wajar.

Nantinya, Kemenkeu akan memanggil 69 pegawai yang dinilai memiliki harta kekayaan tidak wajar. Sebanyak 69 pegawai tersebut akan diperiksa berdasarkan Laporan Harta Kekayaan (LHK) tahun 2019 pelaporan tahun 2020 dan LHK tahun 2020 pelaporan tahun 2021.

“Kami sudah panggil 10 pegawai dalam satu sampai dua minggu ini akan kami kerjakan (untuk memanggil 69 pegawai),” ucap Inspektur Jenderal Kemenkeu Awan Nurmawan Nuh dalam Konferensi Pers Tindak Lanjut Penanganan Pegawai yang berlangsung di Kemenkeu, Rabu (8/3/2023).

ADVERTISEMENT

Upaya verifikasi dilakukan tidak hanya berdasarkan aspek formal seperti kepatuhan dan kelengkapan berkas, namun juga melihat aspek material. Awan mengatakan, pemeriksaan aspek material dilakukan untuk menilai kewajaran kepemilikan harta kekayaan yang dikaitkan dengan profil pegawai, verifikasi harta kekayaan dan instrumen pencegah lainnya serta informasi dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Dari sejumlah upaya tersebut Itjen Kemenkeu menentukan profil risiko pegawai.“Di sini akan ditentukan dia risiko tinggi, sedang atau rendah terhadap profil pegawai yang risiko tinggi. Itjen melakukan langkah lanjutan yaitu klarifikasi, bahkan investigasi kalau kami menemukan indikasi pelanggaran,” kata Awan.

Upaya verifikasi dilakukan Itjen Kemenkeu melalui crash program dengan memanggil 69 pegawai tersebut. Awan mengatakan, upaya pemeriksaan ini ditargetkan selesai dalam waktu dua pekan yang sudah dimulai sejak Senin (6/3/2023).

“Target kita dua minggu diselesaikan tetapi nanti dilihat dinamikanya seperti apa. Hasil klarifikasi pemeriksaan tidak berhenti bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya bisa sampai investigasi atau penjatuhan hukuman disiplin apabila dari hasil pemeriksaan terdapat bukti yang kuat,” kata Awan.

Dalam kesempatan tersebut juga hadir Sekretaris Jenderal Kemenkeu Heru Pambudi, Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Askolani, dan Staf Khusus Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo.

Selama ini Kemenkeu sudah memiliki tata kelola atas laporan harta kekayaan ada pejabat yang wajib menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sedangkan bagi pejabat yang tidak wajib LHKPN tetap harus melaporkan melalui Aplikasi Laporan Perpajakan dan Harta Kekayaan (ALPHA).

“Jadi ada tata kelolanya, Irjen mempunyai kewenangan untuk melakukan tata usaha laporan, verifikasi, klarifikasi, bahkan eksaminasi atas laporan harta kekayaan Ini dilakukan untuk seluruh laporan harta kekayaan pegawai kemenkeu,” ujar Awan.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia