Kamis, 14 Mei 2026

Ketua KPK: Kasus Korupsi Terbanyak Landa Pemerintahan Daerah

Investor.id
21 Mar 2023 | 17:24 WIB
BAGIKAN
Ketua KPK Firli Bahuri saat penutupan rangkaian peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) tahun 2022.
Ketua KPK Firli Bahuri saat penutupan rangkaian peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) tahun 2022.

JAKARTA, Investor.id -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatatkan kasus korupsi terbesar terjadi di pemerintah daerah. Sebanyak 54% kasus korupsi berasal dari pemerintah daerah, yaitu terdiri atas kasus korupsi di tingkat provinsi mencapai 13% dan tingkat kabupaten/kota mencapai 41%.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua KPK Firli Bahuri dalam rapat Koordinasi Pimpinan Kementerian/Lembaga Program Pemberantasan Korupsi Pemerintah Daerah dan Peluncuran Indikator MCP Tahun 2023, Selasa (21/03/2023). "54% kasus korupsi yang ditangani oleh KPK itu berada di pemerintah daerah," ujar Firli Bahuri.

Sedangkan statistik tindak pidana korupsi berdasarkan profesi atau jabatan tahun 2004-2022 ditambah per Januari 2023, sebanyak 310 tersangka korupsi merupakan eselon I, II, III dan IV. Kemudian di tingkat DPR dan DPRD sebanyak 343.

ADVERTISEMENT

Ada pula 155 tersangka dengan jabatan walikota atau bupati dan wakil. Firli menyebut, tahun 2023 ini belum ada yang terkena operasi tangkap tangan. "Belum ada yang kena tangkap tangan, saya ngomong belum ada. Tapi surat perintah penyidikan sudah cukup banyak juga yang kita keluarkan," jelas Firli.

Ketua KPK ini juga berpesan kepada asosiasi DPR, provinsi, DPRD kabupaten dan kota untuk tidak lagi bermain poker. Apalagi sampai menggunakan dana APBN.


Sementara itu, KPK bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan BPKP telah bersinergi untuk melaksanakan kegiatan pencegahan korupsi yang terintegrasi. Caranya melalui perbaikan di delapan area intervensi melalui program Monitoring Centre for Prevention (MCP).

Terdapat 30 indikator yang dijabarkan lebih detil dalam 63 sub indikator pada delapan area intervensi yang menjadi fokus di tahun 2023 ini. Kedelapan area tersebut adalah perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, perizinan, penguatan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), manajemen ASN, optimalisasi pajak daerah, manajemen aset daerah dan tata kelola keuangan desa.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia