Jumat, 15 Mei 2026

Kejaksaan Agung: Kerugian Negara atas Kasus Korupsi Waskita Bisa Lebih dari Rp 2,5 Triliun

Penulis : Andrea Hosana
15 Mei 2023 | 17:19 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama Waskita Karya, Destiawan Soerwardjono.
Direktur Utama Waskita Karya, Destiawan Soerwardjono.

JAKARTA, Investor.id – Kejaksaan Agung mengungkapkan kemungkinan penambahan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan atau penyelewengan penggunaan dana PT Waskita Beton Precast pada 2016-2020. 

Direktur Penyidikan (Dirdik) Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung Kuntadi mengatakan, kerugian sebesar Rp 2,5 triliun yang telah diberikan merupakan jumlah dana yang dipalsukan. 

“Perlu kami klarifikasi jumlah yang dipalsukan Rp 2,5 triliun, belum tentu itu merupakan kerugian negara. Yang kami sampaikan yang fiktif adalah Rp 2,5 triliun,” kata Kuntandi kepada awak media, pada Senin (15/5/23).

ADVERTISEMENT

Menurut Kutandi, jumlah kerugian yang diberitakan masih dapat berubah. Hal ini dapat terjadi lantaran perkara ini masih dalam masa penyidikan umum.

“Nanti secara teknis perhitungannya kerugian negara, BPKP yang menghitung angka pastinya, tapi yang jelas ada kemungkinan bisa berkurang dan bisa bertambah,” ujar Kutandi.

Sebelumnya, Destiawan Soewardjono selaku Direktur Utama PT Waskita Karya Tbk (WSKT) secara resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung RI. Dirinya menjadi tersangka atas kasus dugaan korupsi penyimpangan atau penyelewengan penggunaan dana PT Waskita Beton Precast pada 2016-2020.

Dalam perkara ini, Destiawan disebut memerintahkan dan menyetujui pencairan dana supply chain financing (SCF) dengan menggunakan dokumen pendukung palsu. Dana itu digunakan untuk membayar hutang-hutang perusahaan yang diakibatkan oleh pencairan pembayaran proyek-proyek pekerjaan fiktif.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 19 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia