Jumat, 15 Mei 2026

Elektabilitas Erick Thohir Meningkat karena Berkinerja Baik 

Penulis : Imam Suhartadi
7 Jun 2023 | 13:02 WIB
BAGIKAN
Menteri BUMN Erick Thohir (Investor Daily/Primus Dorimulu)
Menteri BUMN Erick Thohir (Investor Daily/Primus Dorimulu)

JAKARTA, investor.id - Dewan Pembina Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Arya Anugrah Pratama Kuntadi menilai peningkatan elektabilitas Erick Thohir sebagai calon wakil presiden merupakan hal yang wajar karena dia berkinerja baik saat memimpin BUMN sekaligus PSSI.

“Saya melihat wajar saja jika elektabilitas Pak Erick naik signifikan di berbagai lembaga survei politik sebab beliau menunjukkan kinerja yang sangat baik, baik itu di PSSI maupun di BUMN," kata Arya, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (07/06/2023).

Lebih lanjut, ia menyampaikan kinerja Erick yang baik sebagai Menteri BUMN dapat dilihat dari peningkatan total laba bersih BUMN, dari Rp179 triliun di tahun 2021 menjadi Rp303,7 triliun pada tahun 2022. Dividen yang diberikan BUMN juga meningkat, dari Rp29,5 triliun di tahun 2021 menjadi Rp80,2 triliun pada 2022.

Arya berpendapat prestasi BUMN yang membanggakan itu tidak lepas dari berbagai inovasi yang dilakukan Erick. Misalnya, terobosan Erick dalam membuat beberapa holding atau perusahaan gabungan BUMN. Holding BUMN yang dibuat Erick di antaranya holding asuransi, farmasi, pariwisata, perhotelan, pertambangan, sektor energi, dan listrik.

Menurut Arya, pembentukan holding BUMN itu mampu menciptakan efisiensi.

Berikutnya, Arya pun menilai Erick mampu melihat potensi ekonomi yang dapat dikembangkan oleh masyarakat. Kemampuan itu, lanjut dia, terlihat dari visi Erick dalam mengembangkan ekonomi digital melalui Merah Putih Fund. Lembaga itu dibentuk Erick untuk membantu perusahaan rintisan asli Indonesia berkembang.

Selain itu, tambah Arya, Erick juga mengembangkan program pasar digital BUMN yang dapat menghubungkan antara pengusaha UMKM dan perusahaan BUMN.

“Tangan dingin Erick tak hanya menyasar perusahaan BUMN, tetapi juga memiliki kepedulian untuk mengembangkan potensi ekonomi masyarakat bahkan hingga level paling bawah. Luar biasa sekali Erick. Sosok beliau sangat dibutuhkan Indonesia,” kata Arya.

Sebelumnya, hasil survei Indikator Politik Indonesia periode 26-30 Mei 2023 menunjukkan elektabilitas Erick dalam bursa nama cawapres mengalami peningkatan dari 15,3 persen pada periode 30 April—5 Mei 2023 menjadi 15,5 persen.

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden dijadwalkan dimulai pada 19 Oktober sampai dengan 25 November 2023.

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia