Jumat, 15 Mei 2026

Jokowi Tawarkan Investasi Prioritas dari Baterai EV hingga IKN

Penulis : Nasori
5 Jul 2023 | 09:00 WIB
BAGIKAN
Presiden Jokowi saat bertemu dengan para chief executive officer (CEO) sejumlah perusahaan Australia di Ruang Pertemuan Cambridge, Hotel Shangri-La, Sydney, Selasa (4/7/2023). (Foto: Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi saat bertemu dengan para chief executive officer (CEO) sejumlah perusahaan Australia di Ruang Pertemuan Cambridge, Hotel Shangri-La, Sydney, Selasa (4/7/2023). (Foto: Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang para investor Australia berinvestasi dengan menanamkan modalnya di sejumlah sektor prioritas Indonesia. Sektor-sektor prioritas itu meliputi bidang hilirisasi industri seperti pengembangan baterai untuk mobil listrik, sektor energi hijau, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), hingga sektor pendidikan dan kesehatan.

“Indonesia memiliki potensi tinggi sebagai tujuan investasi dengan kekayaan sumber daya alam, bonus demografi, pasar yang besar, stabilitas ekonomi dan politik yang terjaga,” ujar Jokowi saat melakukan pertemuan dengan para CEO perusahaan-perusahaan Australia di Ruang Pertemuan Cambridge, Hotel Shangri-La, Sydney, Australia pada Selasa (04/07/2023).

Di bidang hilirisasi industri, Presiden menuturkan, Indonesia dan Australia memiliki potensi besar untuk berintegrasi dalam mengembangkan industri baterai mobil listrik. "Indonesia sudah menargetkan untuk mulai memproduksi baterai EV (electric vehicle) tahun depan, serta memproduksi satu juta mobil listrik dan 3,2 juta motor listrik di tahun 2035," tutur dia.

Selain itu, Kepala Negara menyebutkan Indonesia memiliki potensi luar biasa di sektor energi hijau. Di sektor ini, Indonesia memiliki potensi hingga 434 gigawatt dalam bidang energi baru terbarukan dari angin, air, panas bumi, biofuel, dan surya. “(Saat ini) tengah dibangun 30 ribu hektare green industrial park,” lanjut Jokowi.

ADVERTISEMENT

Berikutnya, Presiden menjelaskan bahwa saat ini pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan konsep kota pintar berbasis hutan dan alam mulai dilakukan. Peluang investasi pada beberapa sektor di IKN terbuka lebar bagi para investor. "Nilai investasinya mencapai US$ 25 miliar yang sangat terbuka, baik di sektor pendidikan, kesehatan, energi, dan lainnya," jelas dia.

Terakhir, di sektor pendidikan dan kesehatan, Presiden meyakini potensi investasi bagi para investor juga sangat tinggi. “Jumlah penerimaan mahasiswa, meningkat sekitar 20% setiap tahunnya. Hampir dua juta orang Indonesia, masih pergi berobat di luar negeri. Sebuah peluang besar bagi investasi di bidang ini,” kata Presiden.

Penguatan Kerja Sama

Dalam pertemuan dengan para chief executive officer (CEO) perusahaan terkemuka di Australia itu, Presiden menyampaikan bahwa fokus kunjungan ke Australia adalah penguatan kerja sama ekonomi. “Kunjungan saya ke Australia kali ini akan fokus pada penguatan kerja sama ekonomi, di mana Anda semua akan jadi bagian penting di dalamnya,” ucap Presiden Jokowi.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Perindustrian dan Ilmu Pengetahuan Australia Ed Husic menyampaikan bahwa kerja sama Indonesia dan Australia masih dapat ditingkatkan. “Kita dapat mengerjakan lebih banyak kerja sama untuk meningkatkan penguatan ekonomi bagi kedua negara, termasuk juga peningkatan hubungan people to people,” kata Ed Husic.

Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid yang hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa pada bulan September nanti, rombongan pengusaha Australia akan ke Indonesia. “Ini peluang kita untuk melakukan kerja sama dan meningkatkan investasi Australia di Indonesia,” ucap Arsjad seperti dikutip laman Sekretariat Kabinet.

Agenda utama lain dari kunjungan Jokowi di Sydney adalah untuk menghadiri rangkaian Annual Leaders’ Meeting 2023 bersama Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese yang merupakan pertemuan rutin antara Indonesia dan Australia. Selain itu, Presiden juga akan bertemu dengan Gubernur Jenderal Australia David Hurley.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 47 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia