Jumat, 15 Mei 2026

Kisruh PPDB, Pemerintah Diminta Susun Peta Jalan Pendidikan

Investor.id
31 Jul 2023 | 17:41 WIB
BAGIKAN
ilustrasi PPDB bersama online
ilustrasi PPDB bersama online

Penulis: Maria Gabrielle Putrinda

JAKARTA, Investor.id –  Pengamat pendidikan Indra Charismiadji menyarankan pemerintah untuk menyusun peta jalan pendidikan. Hal ini diharapkan bisa mengatasi permasalahan terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) setiap tahun.

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023 diketahui tak luput dari permasalahan, salah satunya yang masih ramai diperbincangkan adalah tentang sistem zonasi. Indra Charismiadji menuturkan, permasalahan bukan perihal zonasi, melainkan kurangnya jumlah sekolah dan bangku yang tersedia.

ADVERTISEMENT

Kepada Beritasatu.com, Indra mengungkapkan, rekomendasi untuk pemerintah guna mengatasi kisruh yang terjadi terkait PPDB. “Saya tidak pernah berubah untuk memberikan rekomendasi kepada pemerintah, yaitu harus punya peta jalan pendidikan atau grand design pendidikan Indonesia,” ujar Indra Charismiadji, Senin (31/7/2023).

Dia menuturkan, anggaran untuk pendidikan terbilang besar sekali, mencapai angka lebih dari Rp 600 triliun. Hanya saja, karena tidak ada peta besar ataupun blueprint, permasalahan terjadi berulang-ulang.

“Tetapi karena kita tidak pernah punya desainnya, itu yang dilakukan selalu berulang-ulang. Contoh kita selalu dengar kan, ‘tiap ganti menteri, ganti kurikulum’. Sampai menteri yang sekarang pun ganti kurikulum, tapi tadi, sekolahnya enggak dibangun,” terang Indra.

“Kita kekurangan SMP, kita kekurangan SMA, kita kekurangan SMK, kita kekurangan guru, kita kekurangan guru yang kompeten, sarana dan prasarana sekolah juga banyak yang minim. Karena standar pelayanan minimum itu masih baru 25% jauh sekali. Jadi kita supaya enggak terbuang sia-sia, kita harus punya tadi, grand design, cetak biru,” tambahnya.

Sebelumnya, Indra Charismiadji mengungkapkan bahwa zonasi bukan menjadi masalah utama. Menurutnya, memang sudah seharusnya kebijakan zonasi diterapkan.

“Zonasinya sudah benar, memang harus begitu. Artinya kalau kita tinggal di luar negeri pun, kalau kita misalnya tinggal di daerah A, ya sekolahnya di A. Kalau sekolahnya terus di daerah C, satu kejauhan kan kasihan anak-anak juga, belum (lagi) bikin macet,” kata Indra.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 24 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia