Kisruh PPDB, Pemerintah Diminta Susun Peta Jalan Pendidikan
Penulis: Maria Gabrielle Putrinda
JAKARTA, Investor.id – Pengamat pendidikan Indra Charismiadji menyarankan pemerintah untuk menyusun peta jalan pendidikan. Hal ini diharapkan bisa mengatasi permasalahan terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) setiap tahun.
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023 diketahui tak luput dari permasalahan, salah satunya yang masih ramai diperbincangkan adalah tentang sistem zonasi. Indra Charismiadji menuturkan, permasalahan bukan perihal zonasi, melainkan kurangnya jumlah sekolah dan bangku yang tersedia.
Kepada Beritasatu.com, Indra mengungkapkan, rekomendasi untuk pemerintah guna mengatasi kisruh yang terjadi terkait PPDB. “Saya tidak pernah berubah untuk memberikan rekomendasi kepada pemerintah, yaitu harus punya peta jalan pendidikan atau grand design pendidikan Indonesia,” ujar Indra Charismiadji, Senin (31/7/2023).
Dia menuturkan, anggaran untuk pendidikan terbilang besar sekali, mencapai angka lebih dari Rp 600 triliun. Hanya saja, karena tidak ada peta besar ataupun blueprint, permasalahan terjadi berulang-ulang.
“Tetapi karena kita tidak pernah punya desainnya, itu yang dilakukan selalu berulang-ulang. Contoh kita selalu dengar kan, ‘tiap ganti menteri, ganti kurikulum’. Sampai menteri yang sekarang pun ganti kurikulum, tapi tadi, sekolahnya enggak dibangun,” terang Indra.
“Kita kekurangan SMP, kita kekurangan SMA, kita kekurangan SMK, kita kekurangan guru, kita kekurangan guru yang kompeten, sarana dan prasarana sekolah juga banyak yang minim. Karena standar pelayanan minimum itu masih baru 25% jauh sekali. Jadi kita supaya enggak terbuang sia-sia, kita harus punya tadi, grand design, cetak biru,” tambahnya.
Sebelumnya, Indra Charismiadji mengungkapkan bahwa zonasi bukan menjadi masalah utama. Menurutnya, memang sudah seharusnya kebijakan zonasi diterapkan.
“Zonasinya sudah benar, memang harus begitu. Artinya kalau kita tinggal di luar negeri pun, kalau kita misalnya tinggal di daerah A, ya sekolahnya di A. Kalau sekolahnya terus di daerah C, satu kejauhan kan kasihan anak-anak juga, belum (lagi) bikin macet,” kata Indra.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler


