Kamis, 14 Mei 2026

Soal Polusi Udara, Politisi Diminta Jangan Jadikan PLTU ‘Kambing Hitam’

Penulis : Kunradus Aliandu
24 Aug 2023 | 13:00 WIB
BAGIKAN
Suasana tugu Monas yang tertutup oleh kabut polusi di Jakarta, Selasa (25/7/2023). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/nym)
Suasana tugu Monas yang tertutup oleh kabut polusi di Jakarta, Selasa (25/7/2023). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/nym)

JAKARTA.investor.id - Sejumlah kalangan mengimbau kepada para politisi untuk tidak menjadikan PLTU sebagai ‘kambing hitam’ meningginya polusi di Ibu Kota Jakarta. Tapi, perlu memberikan pandangan sebagai solusi jangka panjang.

Pakar komunilogi dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing mengatakan, sekarang banyak politisi yang menggunakan isu publik sebagai ajang kampanye di media massa. “Sekarang yang lagi ramai, politisi ikut-ikutan bahas polusi udara,” kata dia kepada media, baru-baru ini.

Menurutnya, data mereka sama sekali tidak benar dan jauh dari aktual. Mayoritas politisi bilang PLTU penyebab utama polusi udara di Jakarta, sampai 25%. “Itu jauh dari fakta dan penelitian,” tegas dia.
 
Dia mengatakan, ahli Lingkungan ITB dan universitas ternama lainnya sudah memaparkan penelitiannya. “Bahkan KLHK juga sudah memaparkan bahwa faktor PLTU tidak lebih dari 1%,” ujarnya. Dengan demikian, Emrus meminta kepada publik untuk lebih jeli memilah informasi.

Dia menambahkan, kualitas udara di Provinsi Banten jauh lebih baik jika dibandingkan dengan Ibu Kota Jakarta meski letaknya lebih dekat dengan PLTU yang dianggap sebagai salah satu sumber polutan. “Kita bandingkan saja, 10 menit jalan di Jakarta hidung terasa kotor akibat polusi udara. Di Banten tidak demikian,” kata dia.
 
Emrus mengatakan, sudah banyak ahli lingkungan yang memaparkan buruknya kualitas udara di Jakarta akibat masalah pada sektor transportasi yang belum pernah terselesaikan. “Sudah banyak ahli lingkungan yang menyatakan bahwa bukan PLTU. Tapi ya begitu. Masalahnya apa, penyelesaiannya di mana,”ujarnya.

ADVERTISEMENT
 
Menurutnya, isu buruknya kualitas udara di Ibu Kota sangat tidak tecermin oleh PLTU yang ada di sekitar Jakarta. “Kan, salah satu PLTU ada di Banten, dan kami di Banten merasakan hal itu,” kata peraih gelar doktor komunikasi itu.

Emrus juga menanggapi isu polusi udara yang makin dijadikan komoditas politik oleh politisi di Tanah Air, terutama yang mau jadi calon presiden. “Mereka itu miskin ide. Harusnya muncul solusi jangka panjang karena mereka lah yang memimpin,” kata dia.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 59 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia