Jumat, 15 Mei 2026

Jokowi: Butuh Waktu dan Usaha Bersama Mengatasi Polusi Udara

Penulis : Imam Suhartadi
31 Aug 2023 | 06:09 WIB
BAGIKAN
Dua wanita melihat tugu Monas yang tertutup oleh kabut polusi di Jakarta, Selasa (25/7/2023). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/nym)
Dua wanita melihat tugu Monas yang tertutup oleh kabut polusi di Jakarta, Selasa (25/7/2023). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/nym)

SEMARANG, investor.id  - Untuk mengatasi polusi udara di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi membutuhkan waktu, dan hasilnya tidak bisa instan dirasakan. Butuh kerja keras dan usaha bersama untuk mengurangi polusi udara.

Hal ini ditegaskan Presiden Jokowi usai meninjau sekolah menengah kejuruan negeri di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (30/8/2023).

"Ini memang perlu kerja total, kerja bersama-sama, tetapi memerlukan waktu, tidak bisa langsung. Banyak yang akan kita kerjakan untuk menyelesaikan (masalah-red) ini, tetapi memang bertahap ya (prosesnya-red)," kata Presiden.

Presiden mengatakan, pemerintah telah melakukan upaya modifikasi cuaca serta menggiatkan penanaman pohon di lingkungan perkantoran guna menurunkan polusi udara.

ADVERTISEMENT

Dalam upaya mengurangi polusi udara, lanjut Jokowi, pemerintah juga mengkaji pemberlakuan aturan bekerja dari rumah bagi aparatur sipil negara, meningkatkan pengawasan terhadap pengoperasian pembangkit listrik tenaga uap, dan melaksanakan uji emisi pada kendaraan bermotor.

"Ya ini dibutuhkan usaha bersama. Semuanya harus melakukan, (termasuk melakukan) perpindahan dari (sarana-re) transportasi pribadi ke (sarana) transportasi publik dan massal," kata Jokowi.

Presiden mengingatkan para pelaku industri bahwa sanksi akan dikenakan kepada industri-industri yang tidak menaati aturan pengendalian emisi gas sehingga menyebabkan penurunan kualitas udara di daerah sekitarnya.

"(Dikenai-red) sanksi pasti, dan bisa ditutup. Di rapat kemarin sudah saya sampaikan, kalau (industri-red) tidak mau memperbaiki, tidak pasang scrubber (alat kendali polusi-red), (maka ada tindakan-red) tegas untuk ini..., karena harga kesehatan yang harus kita bayar itu mahal sekali," katanya.

Pemerintah, kata dia, telah mengenakan sanksi administratif kepada 11 industri yang menjadi sumber polusi udara. Sanksi tersebut dikenakan kepada perusahaan batu bara, peleburan logam, kertas, dan arang.

Di samping itu, pemerintah melakukan langkah-langkah untuk mencegah dampak peningkatan polusi udara di perkotaan terhadap kesehatan warga.

Diketahui, pemerintah mengampanyekan penerapan protokol 6M+1S untuk mencegah dampak buruk polusi udara terhadap kesehatan.

Protokol 6M+1S meliputi memeriksa kualitas udara, mengurangi aktivitas luar ruangan, menggunakan penjernih udara, menghindari sumber polusi udara, menggunakan masker, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, dan segera berkonsultasi dengan petugas kesehatan jika mengalami gangguan kesehatan.

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan kadar polusi udara di Jabodetabek dan sekitarnya membaik di rentang waktu sore hari mulai pukul 16.00 hingga 17.00 WIB. Particulate Matter (PM2.5) adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2.5 µm (mikrometer) sebagai komponen pembentuk polusi. Udara yang relatif bersih pada sore hari disebabkan oleh pengaruh fluktuasi suhu.

"Saya juga baru tahu, kalau kita pikir pagi itu udaranya yang paling bersih, itu salah besar. Ternyata yang paling bersih PM2,5 itu jam 16.00 hingga 17.00 WIB," kata Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI diikuti secara daring di Jakarta, Rabu (30/08/2023).

Pendekatan Holistik

Pengamat Kebijakan Publik, Achmad Nur Hidayat mengatakan, solusi untuk mengatasi polusi udara di Jakarta memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan semua sektor.

“Semua pihak perlu terlibat aktif dalam diskusi ini dan mendorong pemerintah untuk mencari solusi yang benar-benar efektif dan berkelanjutan,” kata Achmad dalam keterangannya kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (30/8/2023).

Menurut dia, kendaraan bukan satu-satunya penyebab polusi. Asap industri, terutama dari PLTU berbahan bakar batu bara ikut berkontribusi pada kualitas udara yang buruk.

Konsumsi batu bara oleh PLTU menghasilkan polutan berbahaya. Dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, sambung dia, permintaan untuk listrik akan meningkat. Hal ini akan meningkatkan konsumsi batu bara dan polusi.

Subsidi untuk kendaraan listrik mungkin tampak menarik, sambung dia, tetapi manfaat ini mungkin hanya dinikmati oleh segelintir orang. Karena itu, sebuah pendekatan yang lebih inklusif seperti memperbaiki transportasi publik bisa menjadi jalan keluar.

Selain kendaraan pribadi, lanjut dia, sumber polusi lain adalah industri, pembangunan, dan pembakaran sampah. “Sebuah pendekatan holistik diperlukan, bukan hanya fokus pada salah satu penyebab,” katanya.

Terpisah, Guru Besar Ilmu Lingkungan Hidup Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Prof Sudharto P Hadi menyatakan bahwa penggunaan moda transportasi umum mampu mengurangi tingkat polusi udara di Jakarta.

Oleh karena itu, menurut dia, masyarakat Jakarta, terutama pengguna kendaraan pribadi sebaiknya beralih ke moda transportasi umum seperti kereta KRL dan LRT maupun bus TransJakarta.

"Pengguna kendaraan pribadi bisa segera beralih ke moda transportasi umum, mulai KRL, LRT dan TransJakarta yang saat ini sudah aman, murah dan terpercaya. Masyarakat tidak perlu gengsi menggunakan transportasi umum," kata Sudharto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (30/8/2023).

Saat ini, lanjutnya, masyarakat harus segera didorong untuk segera sadar akan kesehatan bersama, dengan menggunakan transportasi umum, maka emisi dari kendaraan pribadi berkurang serta akan berdampak pada turunnya polusi udara di Jakarta.

"Mungkin ini solusi yang terkesan reaktif. Tapi bisa cepat dijalankan menyusul sudah akutnya polusi udara di Jakarta," kata Sudharto.

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia