Kamis, 14 Mei 2026

Kerja Sama Thales Alenia Space dan PT Len Akan Tingkatkan Kemandirian Industri Pertahanan RI

Penulis : Happy Amanda Amalia
12 Des 2023 | 00:31 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi sistem pengamatan orbit di Bumi. (Istimewa)
Ilustrasi sistem pengamatan orbit di Bumi. (Istimewa)

JAKARTA, investor.id – Thales Alenia Space, sebagai perusahaan patungan Thales (67%) dan Leonardo (33%) yang berkantor pusat di Cannes, Prancis, menandatangani kontrak multimisi dengan PT Len Industri untuk menyediakan konstelasi observasi Bumi. Konstelasi observasi ini menggabungkan sensor radar dan optik, khusus bagi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI).

Presiden-Direktur PT Len Industri (Persero) Bobby Rasyidin mengungkapkan optimistisnya terhadap kerja sama Len dan Thales Alenia Space, bahwa kolaborasi kedua perusahaan merupakan cara positif untuk meningkatkan kemandirian Indonesia di industri pertahanan.

Menurut CEO Hervé Derrey, Thales Alenia Space memiliki sejarah panjang dalam bekerja sama dengan operator satelit Indonesia. Pihaknya pun merasa terhormat diberi kesempatan untuk mengerjakan program penting Kemhan RI untuk pertama kalinya.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada PT Len Industri yang telah memberikan kepercayaannya kepada perusahaan kami. Dengan memanfaatkan keahlian yang sudah lama kami miliki dalam bidang pengamatan dari Bumi, kami merasa bangga merayakan tonggak baru menuju kedaulatan dan kebutuhan keamanan Indonesia, dengan menyediakan sistem optik dan radar terintegrasi yang unik,” ujarnya dalam keterangan, Senin (11/12/2023).

ADVERTISEMENT

Sebagai informasi, kedua perusahaan bakal menggabungkan kekuatan untuk mengerahkan seluruh sistem (end-to-end), termasuk ruang dan ground station (stasiun bumi) di Indonesia. Sementara sistem pengamatan orbit di Bumi, mencakup satelit optik dan radar yang terintegrasi secara mulus serta dioperasikan melalui segmen pengamatan di darat yang bersifat multimisi, yang menerima dukungan dari Telespazio (Leonardo 67%, Thales 33%).

Solusi yang terbukti secara operasional dari Thales Alenia Space, didukung oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk menjamin daya tanggap sistem yang cepat serta peningkatan kemampuan intelijen, pengintaian, dan pengamatan. Sistem Konstelasi (rasi Bintang) ini akan dioperasikan oleh PT Len guna memenuhi persyaratan Kementerian Pertahanan RI sehubungan dengan keamanan dan kedaulatan Indonesia.

Bersama Thales Alenia Space, PT Len akan mengembangkan sistem pengamatan di darat yang bersifat multimisi untuk menyediakan fungsi kontrol, pemeliharaan, pemrosesan data, dan analisis untuk Sistem Satelit Pertahanan.

Selain itu, PT Len akan memberi Kementerian Pertahanan, akses ke rasi Bintang melalui satelit pengamatan di Bumi dengan lintas ulang (revisit) yang tinggi saat ini melalui kemitraan dengan BlackSky. Layanan ini bakal memberikan kemampuan satelit ISR awal untuk Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia sebelum pengoperasian Sistem Satelit Pertahanan.

Pengamatan konstelasi (rasi Bintang) dari Bumi Indonesia akan dibangun berdasarkan radar dan optik all-in-one Thales Alenia Space yang memanfaatkan keahliannya yang unggul dalam menghadirkan sistem end-to-end yang kompleks, yang juga mencakup blok bangunan utama Telespazio untuk segmen darat. Pengamatan konstelasi (rasi Bintang) dari Bumi Indonesia dibangun berdasarkan kemampuan sensor optik Thales Alenia Space di Prancis dan keahlian satelit SAR Thales Alenia Space di Italia.

“Saya merasa sangat senang bahwa kami dapat berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan Kementerian Pertahanan Indonesia dengan solusi radar dan sistem optik serbaguna yang canggih. Ini merupakan kombinasi sempurna dari keahlian jangka panjang serta kemampuan industri kami dalam sensor optik dan radar serta platform yang lebih kecil, yang ditujukan ke sistem pengamatan dengan lintas-ulang (revisit) yang tinggi. Sekali lagi kami mendobrak batas kemampuan sistem dengan teknologi luar angkasa yang sedang berkembang,” demikian diungkapkan Wakil CEO dan SEVP Observasi, Eksplorasi dan Navigasi, Massimo Claudio Comparini.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 2 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 11 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 29 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 59 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia