Kerja Sama Thales Alenia Space dan PT Len Akan Tingkatkan Kemandirian Industri Pertahanan RI
JAKARTA, investor.id – Thales Alenia Space, sebagai perusahaan patungan Thales (67%) dan Leonardo (33%) yang berkantor pusat di Cannes, Prancis, menandatangani kontrak multimisi dengan PT Len Industri untuk menyediakan konstelasi observasi Bumi. Konstelasi observasi ini menggabungkan sensor radar dan optik, khusus bagi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI).
Presiden-Direktur PT Len Industri (Persero) Bobby Rasyidin mengungkapkan optimistisnya terhadap kerja sama Len dan Thales Alenia Space, bahwa kolaborasi kedua perusahaan merupakan cara positif untuk meningkatkan kemandirian Indonesia di industri pertahanan.
Menurut CEO Hervé Derrey, Thales Alenia Space memiliki sejarah panjang dalam bekerja sama dengan operator satelit Indonesia. Pihaknya pun merasa terhormat diberi kesempatan untuk mengerjakan program penting Kemhan RI untuk pertama kalinya.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada PT Len Industri yang telah memberikan kepercayaannya kepada perusahaan kami. Dengan memanfaatkan keahlian yang sudah lama kami miliki dalam bidang pengamatan dari Bumi, kami merasa bangga merayakan tonggak baru menuju kedaulatan dan kebutuhan keamanan Indonesia, dengan menyediakan sistem optik dan radar terintegrasi yang unik,” ujarnya dalam keterangan, Senin (11/12/2023).
Sebagai informasi, kedua perusahaan bakal menggabungkan kekuatan untuk mengerahkan seluruh sistem (end-to-end), termasuk ruang dan ground station (stasiun bumi) di Indonesia. Sementara sistem pengamatan orbit di Bumi, mencakup satelit optik dan radar yang terintegrasi secara mulus serta dioperasikan melalui segmen pengamatan di darat yang bersifat multimisi, yang menerima dukungan dari Telespazio (Leonardo 67%, Thales 33%).
Solusi yang terbukti secara operasional dari Thales Alenia Space, didukung oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk menjamin daya tanggap sistem yang cepat serta peningkatan kemampuan intelijen, pengintaian, dan pengamatan. Sistem Konstelasi (rasi Bintang) ini akan dioperasikan oleh PT Len guna memenuhi persyaratan Kementerian Pertahanan RI sehubungan dengan keamanan dan kedaulatan Indonesia.
Bersama Thales Alenia Space, PT Len akan mengembangkan sistem pengamatan di darat yang bersifat multimisi untuk menyediakan fungsi kontrol, pemeliharaan, pemrosesan data, dan analisis untuk Sistem Satelit Pertahanan.
Selain itu, PT Len akan memberi Kementerian Pertahanan, akses ke rasi Bintang melalui satelit pengamatan di Bumi dengan lintas ulang (revisit) yang tinggi saat ini melalui kemitraan dengan BlackSky. Layanan ini bakal memberikan kemampuan satelit ISR awal untuk Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia sebelum pengoperasian Sistem Satelit Pertahanan.
Pengamatan konstelasi (rasi Bintang) dari Bumi Indonesia akan dibangun berdasarkan radar dan optik all-in-one Thales Alenia Space yang memanfaatkan keahliannya yang unggul dalam menghadirkan sistem end-to-end yang kompleks, yang juga mencakup blok bangunan utama Telespazio untuk segmen darat. Pengamatan konstelasi (rasi Bintang) dari Bumi Indonesia dibangun berdasarkan kemampuan sensor optik Thales Alenia Space di Prancis dan keahlian satelit SAR Thales Alenia Space di Italia.
“Saya merasa sangat senang bahwa kami dapat berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan Kementerian Pertahanan Indonesia dengan solusi radar dan sistem optik serbaguna yang canggih. Ini merupakan kombinasi sempurna dari keahlian jangka panjang serta kemampuan industri kami dalam sensor optik dan radar serta platform yang lebih kecil, yang ditujukan ke sistem pengamatan dengan lintas-ulang (revisit) yang tinggi. Sekali lagi kami mendobrak batas kemampuan sistem dengan teknologi luar angkasa yang sedang berkembang,” demikian diungkapkan Wakil CEO dan SEVP Observasi, Eksplorasi dan Navigasi, Massimo Claudio Comparini.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Tag Terpopuler
Terpopuler

