Jumat, 15 Mei 2026

BPS Sebut Inflasi DKI Jakarta Disebabkan Harga Beras

Penulis : Grace El Dora
2 Feb 2024 | 12:45 WIB
BAGIKAN
Tangkapan layar Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta Dwi Paramita Dewi saat memaparkan rilis inflasi bulanan dan tingkat kunjungan wisatawan di saluran YouTube BPS DKI Jakarta pada Jumat (2/2/2024). (Foto: ANTARA/Mentari Dwi Gayati)
Tangkapan layar Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta Dwi Paramita Dewi saat memaparkan rilis inflasi bulanan dan tingkat kunjungan wisatawan di saluran YouTube BPS DKI Jakarta pada Jumat (2/2/2024). (Foto: ANTARA/Mentari Dwi Gayati)

JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta menyebutkan tingkat inflasi DKI Jakarta pada Januari 2024 terhadap Januari 2023 mencapai 1,83% secara tahunan (YoY). Salah satu disebabkan oleh kenaikan harga beras.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, menurut rincian Plt. Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta Dwi Paramita Dewi, penyumbang utama inflasi tahunan di Jakarta adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang inflasi sebesar 5,59% dengan andil 1,04%.

"Komoditas utama pendorong inflasi tahunan pada kelompok ini adalah beras dengan andil 0,25%; daging ayam ras 0,10%; cabe merah 0,08%; dan sigaret kretek mesin 0,07%," kata Dwi siaran di saluran YouTube BPS DKI Jakarta, Jumat (2/2).

ADVERTISEMENT

Menurut data yang disampaikannya, beras mengalami inflasi sebesar 12,88% sehingga memberi andil terhadap deflasi 0,25% dalam kelompok makanan, minuman, tembakau.

Selain kelompok itu, ada juga kelompok lainnya yang menyumbang inflasi tahunan di Jakarta yakni perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,82%, serta penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 2,06%.

Pada kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran, komoditas penyumbang utama inflasi adalah kue kering berminyak. Sedangkan dalam kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, emas perhiasan menyumbang kenaikan harga terbesar.

Meskipun secara umum mengalami inflasi tahunan, kelompok pakaian dan alas kaki justru mengalami deflasi sebesar 2,08% dengan andil 0,10%.

Komoditas utama yang mendorong deflasi adalah celana dalam pria, sabun cuci piring, tarif pesawat, dan telur ayam ras.

Bila dilihat secara tahunan, tingkat inflasi tahunan DKI Jakarta pada Januari 2024 lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni sebesar 3,83% pada Januari 2023.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 46 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 56 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia