Jumat, 15 Mei 2026

Luhut: Saya Pribadi Pilih Prabowo

Penulis : Thresa Sandra Desfika
3 Feb 2024 | 14:31 WIB
BAGIKAN
Luhut Binsar Pandjaitan. (BeritasatuPhoto/David Gita Roza)
Luhut Binsar Pandjaitan. (BeritasatuPhoto/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - Luhut Binsar Pandjaitan secara pribadi menyatakan dirinya mendukung dan memilih calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

"Saya pribadi memilih Pak Prabowo. Alasan yang sangat sederhana, berkelanjutan dan dia punya spirit NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) yang bagus," kata Luhut dalam video di akun Instagram @luhut.pandjaitan yang diunggah pada Sabtu (3/2/2024) dan sudah terkonfirmasi.

Luhut menyebut pilihan politiknya itu didasarkan pada alasan semangat Prabowo terhadap NKRI. Luhut menekankan bahwa Prabowo memiliki semangat NKRI yang luar biasa dan pencapaiannya telah terbukti di masa lalu.

"Dan dia membuktikan keberhasilan-keberhasilan dia yang lalu, itu tidak dapat dipungkiri. Itu dari saya, pesan dari saya," ucap Luhut dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) itu pun mengaku sangat mengenal sosok Prabowo dan mengetahui bagaimana kinerja menteri pertahanan itu karena telah berteman sejak 40 tahun lebih.

Di mata Luhut, Prabowo merupakan sosok pekerja keras, sangat pintar, serta kecintaannya pada NKRI tidak perlu diragukan lagi. Hal itu terbukti saat keduanya sama-sama di Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat.

"Saya kenal waktu dia masuk di Kopassus, (Prabowo saat itu) letnan dua, dan saya waktu itu letnan satu; dan tugas operasi di Timtim (Timor Timur) maupun di beberapa tempat lain yang dilakukan ada yang tertutup, ada yang terbuka, itu dilakukan dengan baik sekali," jelas Luhut.

Selain itu, Luhut menilai Prabowo merupakan sosok yang sudah terbukti mampu mengelola situasi, baik dalam keadaan tenang maupun susah sekali pun.

"Saya, sekali lagi, Luhut Binsar Pandjaitan pilih Prabowo; karena menurut saya dia pilihan terbaik untuk presiden pada saat ini dan itu akan membawa kemajuan Indonesia dan membawa keberlanjutan Indonesia," jelas Luhut.

Dia pun mengajak semua pihak untuk merajut perdamaian setelah hari pemungutan suara Pemilu 2024 pada tanggal 14 Februari mendatang demi persatuan dan kebersamaan dalam pesta demokrasi.

Luhut juga menekankan bahwa setelah proses pemilihan selesai, masyarakat harus kembali bersatu dan menjalankan pesta demokrasi dengan baik dan santun.

"Jangan lagi datang dengan kata-kata yang tidak bagus, kita harus berdamai; karena nanti lima tahun lagi ada pesta demokrasi, mari kita berpesta demokrasi dengan baik dan santun supaya Indonesia ini menjadi bagus, Tidak ada yang menang yang menang adalah NKRI," ujar Luhut.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 39 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 43 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 3 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia