Jumat, 15 Mei 2026

BMKG: Ketinggian Hilal Hari Ini Masih di Bawah 1 Derajat

Penulis : Moh Said Mashur
10 Mar 2024 | 18:27 WIB
BAGIKAN
Petugas Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) melakukan pemantauan posisi hilal di Gedung Observatorium Hilal Stasiun Geofisika Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara, Minggu (10/3/2024). (ANTARA FOTO/Andri Saputra)
Petugas Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) melakukan pemantauan posisi hilal di Gedung Observatorium Hilal Stasiun Geofisika Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara, Minggu (10/3/2024). (ANTARA FOTO/Andri Saputra)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah melalui kementerian agama akan menggelar sidang isbat untuk menentukan 1 Ramadan 1445 Hijriah, pada Minggu (10/3/2024). Adapun salah satu acuan untuk menentukan pergantian bulan adalah pengamatan hilal.

Berdasarkan kesepakatan menteri-menteri agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), kriteria ketinggian hilal untuk menentukan awal bulan hijriah minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Koordinator Bidang Tanda Waktu BMKG Himawan Widiyanto mengatakan pengamatan hilal yang dilakukan BMKG per 10 Maret 2024 masih berada di bawah 1 derajat, yaitu -0,33 derajat di Jayapura, Indonesia Timur hingga 0,87 derajat di Tuapejat, Sumatera Barat. Meski demikian, pengamatan tersebut masih akan dibawa ke sidang isbat yang diadakan pemerintah.

ADVERTISEMENT

“Sidang Isbat ini mencocokkan hasil perhitungan ini dengan pengamatan langsung di lapangan per hari ini,” kata Himawan, Minggu (10/3/2024).

Himawan mengatakan BMKG tahun ini melakukan pemantauan di 33 titik di Indonesia. Pengamatan dilakukan selama dua hari yaitu 10-11 Maret 2024. “Jadi dua kali pengamatan untuk BMKG, sedangkan untuk kementerian agama pengamatannya di 10 Maret yang bertepatan pada 29 bulan Sya'ban 1445 Hijriah,” terangnya.

Himawan mengaku pengamatan di lapangan tidak terlalu berjalan mulus karena faktor cuaca. Deputi bidang meteorologi BMKG memperkirakan terjadinya hujan ringan dan mendung di sebagian besar wilayah di Indonesia. Kondisi mendung kata Himawan membuat visibilitas pemantauan hilal tertutup awan.

“Ketutupan awan itu sekitar 80% hingga 100%, jadi kemungkinan kecil untuk cuacanya bagus. Mudah-mudahan segera bisa terbuka awannya,” ujarnya.

Meski demikian, BMKG tetap memiliki alternatif apabila cuaca tidak membaik. Himawan mengatakan ada enam tower pengamatan yang dimiliki BMKG yang tetap bisa berfungsi meski cuaca buruk.

“Kalau di tower itu aman walaupun hujan kita masih bisa melakukan pengamatan, begitu juga yang kementerian agama ada pos observatory bulan itu juga aman ketika ada hujan tetap bisa,” jelasnya.

Di sisi lain, Kementerian Agama akan menggelar Sidang Isbat pada hari ini, Minggu (10/3/2024) untuk menentukan awal puasa atau 1 Ramadan 1445 Hijriah. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kamaruddin Amin mengatakan sidang ini digelar sebagai salah satu layanan keagamaan bagi masyarakat guna mendapat kepastian mengenai pelaksanaan ibadah.

Selain BMKG, Kementerian Agama melibatkan Tim Hisab dan Rukyat yang juga dihadiri para duta besar negara sahabat dan perwakilan ormas Islam, serta Perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia