Jumat, 15 Mei 2026

Data Ekonomi AS Sebabkan Rupiah Menukik Turun ke Rp 15.800

Penulis : Grace El Dora
25 Mar 2024 | 22:16 WIB
BAGIKAN
Petugas menghitung uang dolar AS di salah satu gerai penukaran uang asing di Jakarta pada Selasa (10/10/2023). (Foto: ANTARA FOTO/Bagus Ahmad Rizaldi/sgd/YU)
Petugas menghitung uang dolar AS di salah satu gerai penukaran uang asing di Jakarta pada Selasa (10/10/2023). (Foto: ANTARA FOTO/Bagus Ahmad Rizaldi/sgd/YU)

JAKARTA, investor.id – Data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang solid jadi penyebab mata uang rupiah menukik turun di akhir perdagangan Senin (25/3). Rupiah bertengger di posisi Rp 15.800 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah ditutup melemah 17 poin atau 0,10% ke level Rp 15.800 per dolar AS, dibandingkan sebelumnya di level Rp 15.783 per dolar AS.

"Data-data perekonomian dan tenaga kerja AS yang rilis Jumat (22/3) minggu kemarin masih menunjukkan penguatan," ujar analis Bank Woori Saudara Rully Nova dalam catatan Senin.

ADVERTISEMENT

Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur AS menguat ke level 52,5, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS naik 2,4% menurut The Federal Reserve (The Fed). Sementara itu, data klaim pengangguran AS turun menjadi 210 ribu.

“Meskipun bank sentral AS mempertahankan kebijakan moneter, seperti yang diharapkan, mereka condong sedikit dovish karena pernyataan tersebut mengatakan ekonomi AS tumbuh dan inflasi telah mereda, tetapi masih tinggi,” sambung Rully.

Pernyataan bernada dovish itu berbunyi takkan ada penurunan suku bunga sampai The Fed lebih yakin inflasi telah dikendalikan. Namun demikian, pernyataan dari bank sentral AS tersebut menunjukkan adanya tiga kali penurunan suku bunga pada 2024. Ini yang menjadi fokus pelaku pasar tahun ini.

Dilihat dari sentimen domestik, adanya gugatan pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK) memberikan ketidakpastian politik dalam negeri.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin merosot ke level Rp 15.795 dibandingkan sebelumnya di level Rp 15.773 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 22 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 26 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia