Data Ekonomi AS Sebabkan Rupiah Menukik Turun ke Rp 15.800
JAKARTA, investor.id – Data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang solid jadi penyebab mata uang rupiah menukik turun di akhir perdagangan Senin (25/3). Rupiah bertengger di posisi Rp 15.800 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 17 poin atau 0,10% ke level Rp 15.800 per dolar AS, dibandingkan sebelumnya di level Rp 15.783 per dolar AS.
"Data-data perekonomian dan tenaga kerja AS yang rilis Jumat (22/3) minggu kemarin masih menunjukkan penguatan," ujar analis Bank Woori Saudara Rully Nova dalam catatan Senin.
Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur AS menguat ke level 52,5, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS naik 2,4% menurut The Federal Reserve (The Fed). Sementara itu, data klaim pengangguran AS turun menjadi 210 ribu.
“Meskipun bank sentral AS mempertahankan kebijakan moneter, seperti yang diharapkan, mereka condong sedikit dovish karena pernyataan tersebut mengatakan ekonomi AS tumbuh dan inflasi telah mereda, tetapi masih tinggi,” sambung Rully.
Pernyataan bernada dovish itu berbunyi takkan ada penurunan suku bunga sampai The Fed lebih yakin inflasi telah dikendalikan. Namun demikian, pernyataan dari bank sentral AS tersebut menunjukkan adanya tiga kali penurunan suku bunga pada 2024. Ini yang menjadi fokus pelaku pasar tahun ini.
Baca Juga:
Surplus Neraca Perdagangan Jadi Bantalan Ekonomi yang Kuat untuk Menjaga Nilai Tukar RupiahDilihat dari sentimen domestik, adanya gugatan pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK) memberikan ketidakpastian politik dalam negeri.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin merosot ke level Rp 15.795 dibandingkan sebelumnya di level Rp 15.773 per dolar AS.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






