Jumat, 15 Mei 2026

Jakarta Disulap Jadi Pusat Dagang Dunia, Tiap Kelurahan Dapat Jatah 5% APBD

Penulis : Alfida Rizky Febrianna
22 Apr 2024 | 17:49 WIB
BAGIKAN
Siluet Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan latar belakang Monas di Balai Kota DKI Jakarta, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wpa)
Siluet Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan latar belakang Monas di Balai Kota DKI Jakarta, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wpa)

JAKARTA, investor.id – Jakarta tak lagi menyandang status Daerah Khusus Ibu Kota (DKI), kini berganti menjadi Daerah Khusus Jakarta (DKJ). Penetapan ini dalam rangka mendukung transisi menuju pemerintahan yang berpusat di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Suhajar Diantoro mengatakan, setelah pusat pemerintahan beralih ke IKN, Jakarta akan fokus dikembangkan sebagai pusat perdagangan global.

Maka, kata dia, pemerintah akan memperluas ruang bagi Jakarta untuk tumbuh, demi mewujudkan pemerataan pembangunan.

ADVERTISEMENT

“Saran dari kawan-kawan DPR untuk menjaga pemerataan, kita sepakat akhirnya minimal 5% dana APBD wajib disalurkan sampai ke kelurahan,” ungkap Suhajar, dalam diskusi 'UU DKJ: Masa Depan Jakarta Pasca Ibu Kota' yang dipantau secara virtual, Selasa (22/4/2024).

Menurutnya, penetapan ini merupakan bagian penting dari kesepakatan pemerintah dan DPR terhadap Undang-undang Daerah Khusus Jakarta (UU DKJ) untuk memberi ruang dan akses yang lebih besar bagi Jakarta untuk mengembangkan dirinya.

Adapun kebijakan minimal 5% APBD yang diperuntukkan untuk kelurahan ini dibagi berdasarkan beban kerja dan wilayah administratif kelurahan yang wajib digunakan untuk menyelesaikan masalah sosial kemasyarakatan.

Di sisi lain, Suhajar menjelaskan alasan Jakarta akan dikembangkan sebagai pusat perdagangan global adalah karena kini kota metropolitan ini telah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Setidaknya, 17% dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia disumbangkan Jakarta.

Nah dari jendela dunia, dari manapun negara-negara lain akan datang ke Indonesia, maka Jakarta menjadi pintu masuk utamanya, karena itu peluang ini menjadi bagian penting untuk Jakarta membangun provinsinya,” tanda Suhajar.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 6 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia