Jakarta Punya Cita-Cita Baru, Ini Prasyarat Penting
JAKARTA, investor.id – Kota metropolitan Jakarta kini tak lagi berstatus sebagai Ibu Kota Indonesia menurut UU IKN yang disahkan pada 15 Februari 2022 lalu. Namun demikian, Jakarta diharapkan tetap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional dan bahkan dapat bersaing dengan kota-kota besar di dunia.
Untuk itu, Ahli tata kota Universitas Trisakti, Nirwono Joga mengatakan ada beberapa modal yang perlu dimiliki oleh Jakarta agar mampu bersaing secara global.
“Pemerintah terutama pemerintah pusat harus belajar dari badan kerja sama pembangunan atau BKSP Jabodetabek yang sudah ada, tetapi bisa dikatakan kurang berfungsi optimal,” ungkap Nirwono Joga dalam program Investor Daily Talk, usai Forum Group Discussion (FGD) bertema 'Jakarta Tak Lagi Jadi Magnet', di Kantor B-Universe, PIK2, Banten, Selasa (23/4/2024)..
Nirwono menyebut ketidakefektifan BKSP Jabodetabek akan menyulitkan pemerintah dalam mewujudkan program apapun, mulai dari pembenahan transportasi, banjir sampai dengan penanganan sampah dan penyediaan air bersih. Khususnya, penataan kawasan aglomerasi yang lebih harmonis antara Jakarta dengan Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek).
Menurut Nirwono, para kepala daerah baik itu di wilayah Jakarta maupun Bodetabek memiliki pandangan dan kepentingan yang berbeda-beda. Padahal kalau berbicara soal masalah Jakarta dan Bodetabek harusnya satu pemahaman. Misalnya, bagaimana menangani transportasi, banjir, para pendatang dan sebagainya.
“Itukan harus satu suara tetapi karena ada pertimbangan dari politik yang berbeda kemudian kepentingan antar daerah belum menjadi satu kesatuan. Untuk itu, tanpa ada ketegasan dari masing-masing akan sulit untuk mewujudkan program apapun,” tutur dia.
Sebagai catatan, kata Nirwono, pasca lepasnya status Ibu Kota, Jakarta akan tetap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional dan menjadi motor pembangunan nasional yang ideal. Selain itu, Jakarta diharapkan mampu menjadi dinamisator pembangunan kota-kota di sekitarnya, baik di dalam maupun di luar pulau Jawa.
Meskipun turut diakui bahwa dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura, Jakarta tentu masih kalah jauh. Berbeda halnya dengan kota-kota sebayanya seperti Kuala Lumpur, Bangkok dan Manila, Jakarta tidak terlalu terpaut jauh dari tiga kota tersebut.
“Tiga kota tadi yang masih 50:50, artinya beda peringkat yaitu kalau kita bicara soal global city index misalnya Jakarta tidak terlalu terpaut jauh dari tiga kota tadi,” tandas Nirwono.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler



