Jumat, 15 Mei 2026

Magnet Jakarta Menyebar, Pendatang Pilih Tinggal di Kota Satelit Bodetabek

Penulis : Alfida Rizky Febrianna
23 Apr 2024 | 21:30 WIB
BAGIKAN
Financial Economist and Innovative Specialist Binus University Mohamad Ikhsan Mojo dalam Forum Group Discussion (FGD) dengan tema: Jakarta Tak Lagi Jadi Magnet, PIK, Selasa (23/4/2024). (Investor Daily/David Gita Roza)
Financial Economist and Innovative Specialist Binus University Mohamad Ikhsan Mojo dalam Forum Group Discussion (FGD) dengan tema: Jakarta Tak Lagi Jadi Magnet, PIK, Selasa (23/4/2024). (Investor Daily/David Gita Roza)

TANGERANG, investor.id - Financial Economist and Innovative Specialist Binus University, Ikhsan Modjo mengatakan, tren penurunan pendatang ke Jakarta salah satunya disebabkan oleh perkembangan daerah satelit di Jakarta, dalam hal ini kawasan Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek).

Ikhsan mengatakan, mengapa ada penurunan pendatang ke Jakarta dalam beberapa tahun terakhir karena disebabkan adanya pertumbuhan ekonomi yang menurun, dan ada perkembangan daerah-daerah satelit di Jakarta.

Dalam catatan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pemprov Jakarta, warga pendatang yang merantau ke Jakarta mengalami penurunan dari sekitar 27.000 pada 20222 menjadi hanya sekitar 20.000 pada 2023.

ADVERTISEMENT

"Jadi, orang datang bukan ke Jakarta lagi, tetapi datangnya ke Tangerang Selatan, Bogor, Bekasi dan lain sebagainya. Itu memang dibuktikan kalau pendatang di Jakarta itu turun, seperti data dari Disdukcapil, ada penurunan dari 27.000 ke 20.000," kata Ikhsan saat acara FGD Investor Daily 'Jakarta Tak Lagi Jadi Magnet', di Kantor B-Universe, Tokyo Hub PIK 2, Tangerang pada Selasa (23/4/2024).

Akademisi yang sempat mencalonkan diri sebagai Wali Kota Tangerang Selatan itu juga mengungkapkan, data di Tangerang Selatan menunjukkan ada kenaikan jumlah penduduk yang berasal dari kaum urban, dari hanya sekitar 60-70 ribu orang, kini menjadi hampir 100 ribu orang.

"Beberapa daerah memang mampu (menampung peningkatan warga pendatang), tetapi tetap ada ancaman persoalan kemiskinan perkotaan yang menjadi naik. Tadinya banyak di Jakarta, kini meluas ke daerah Tangerang Selatan, Bekasi dan seterusnya," ujar dia.

Karena itu, kata Ikhsan, tren penurunan warga pendatang yang merantau ke Jakarta ini sejatinya bukan berarti Jakarta tak lagi menjadi magnet. Akan tetapi, magnet Jakarta kini sudah menyebar ke wilayah sekitarnya, khususnya Bodetabek.

"Semua kota ini harus siap, karena Jakarta pengalamannya sudah ada. Sedangkan daerah sekitarnya kan baru, jadi pengalaman kesiapan pemerintahannya termasuk dari segi anggarannya juga harus diperhatikan," tandasnya.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia