Jumat, 15 Mei 2026

Jadi Pusat Ekonomi Nasional, Jakarta Tetap Diincar Pencari Kerja

Penulis : Sella Rizky
23 Apr 2024 | 21:47 WIB
BAGIKAN
Direktur Eksekutif Pusat Studi Tata Kota Nirwono Joga dalam Forum Group Discussion (FGD) dengan tema: Jakarta Tak Lagi Jadi Magnet, PIK, Selasa (23/4/2024). (Investor Daily/David Gita Roza)
Direktur Eksekutif Pusat Studi Tata Kota Nirwono Joga dalam Forum Group Discussion (FGD) dengan tema: Jakarta Tak Lagi Jadi Magnet, PIK, Selasa (23/4/2024). (Investor Daily/David Gita Roza)

TANGERANG, investor.id – Jakarta tidak lagi menyandang status ibu kota setelah Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi menjadi Ibu Kota Negara Indonesia. Kendati demikian, Jakarta akan menyandang status Daerah Khusus Jakarta (DKJ). Perubahan status ini akan memperkuat Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional, apalagi UU DKJ sudah disahkan.

Pengamat Perkotaan Nirwono Joga menilai, Jakarta tetap akan menjadi magnet pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Arus urbanisasi setelah perubahan status Jakarta akan beralih ke wilayah aglomerasi.

“Meskipun tanpa status ibukota, Jakarta tetap menjadi magnet pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang tidak akan hilang begitu saja, tetapi justru dengan adanya Undang-undang Daerah Khusus Jakarta memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional dan global. Magnet ini yang justru akan membangkitkan lebih banyak lagi arus urbanisasi baik itu di Jakarta dan juga Bodetabek,” ujar Nirwono Jugo saat ditemui di Kantor B-Universe, PIK2, Tangerang, Banten, Selasa (23/4/2024).

ADVERTISEMENT

Menurut Nirwono, Jakarta tidak lagi menjadi tempat tinggal yang dipilih masyarakat, salah satu faktornya adalah biaya hidup yang tinggi. Karenanya, masyarakat kini beralih tinggal di Bodetabek dengan tetap mencari pekerjaan di Jakarta.

Ladang pekerjaan dan penghasilan di Jakarta masih menjanjikan dibandingkan kota lainnya. Selain itu, fasilitas di Jakarta sudah cukup menunjang mobilitas masyarakat seperti transportasi yang terintegrasi.

“Bagaimanapun juga di Jakarta tetap menjanjikan tiga hal yaitu lapangan pekerjaan yang luas, pendapatan yang besar, dan kepastian masa depan yang lebih lebih baik daripada mereka yang tinggal di daerah,” ungkap Nirwono.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia