Jumat, 15 Mei 2026

Pemerintah Butuh Rp561 T untuk Kembangkan Jakarta menjadi  Global City

Penulis : Alfida Rizky Febrianna
24 Apr 2024 | 07:00 WIB
BAGIKAN
Direktur Regional I Kedeputian Bidang Pengembangan Regional Bappenas Abdul Malik Sadat Idris dalam Forum Group Discussion (FGD) dengan tema: Jakarta Tak Lagi Jadi Magnet, PIK, Selasa (23/4/2024). (Investor Daily/David Gita Roza)
Direktur Regional I Kedeputian Bidang Pengembangan Regional Bappenas Abdul Malik Sadat Idris dalam Forum Group Discussion (FGD) dengan tema: Jakarta Tak Lagi Jadi Magnet, PIK, Selasa (23/4/2024). (Investor Daily/David Gita Roza)

TANGERANG, investor.id – Tidak lagi berstatus ibu kota, Jakarta akan dikembangkan menjadi Global City. Hal ini sesuai dengan rencana Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Disampaikan Direktur Regional I Kedeputian Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bapenas Abdul Malik Sadat Idris, sesuai amanat UU IKN dan arahan Presiden Joko Widodo, meski tidak lagi menjadi ibu kota, Jakarta tetap menjadi prioritas pembangunan.

Menurut Abdul, Jakarta akan terus dikembangkan menjadi kota bisnis, kota keuangan, pusat perdagangan, dan pusat jasa berskala regional dan global.

ADVERTISEMENT

Karena itu, untuk mewujudkan rencana sebagai kota global tersebut, Jakarta membutuhkan rencana pengembangan infrastruktur senilai Rp561 triliun.

"Untuk mewujudkan Jakarta kota Global dibutuhkan rencana pengembangan infrastruktur sekitar Rp 561 triliun rupiah. Pendanaan pembangunan dapat dilaksanakan melalui blended financing," kata dia saat acara FGD Investor Daily 'Jakarta Tak Lagi Jadi Magnet', di Kantor B-Universe, Tokyo Hub PIK 2, Tangerang pada Selasa (23/4/2024).

Dalam pembangungan kota global Jakarta tersebut, pemerintah membutuhkan intervensi kebijakan dan investasi yang strategis dengan melibatkan badan usaha, kerja sama lintas daerah dan pendanaan kreatif.

Dengan begitu, Jakarta diharapkan dapat menjadi kota global hijau yang menjadi simpul ekonomi Asia Tenggara. Pasalnya, selama menjadi ibu kota, Jakarta juga terbukti telah memberikan dampak yang besar bagi perekonomian Indonesia, khususnya Pulau Jawa.

"Untuk itu, performa Jakarta dalam konstelasi kota global perlu ditingkatkan untuk dapat bersaing dengan pertumbuhan kota-kota di ASEAN," pungkasnya.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia