Jumat, 15 Mei 2026

Masuk RKP 2025, Makan Siang Gratis Terus Dikaji dan Disesuaikan Fiskal

Penulis : Alfida Rizky Febrianna
6 Mei 2024 | 17:16 WIB
BAGIKAN
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa saat Musrembangnas 2024 dalam rangka penysusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025 bertema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan.",  Senin (06/05/24)
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa saat Musrembangnas 2024 dalam rangka penysusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025 bertema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan.", Senin (06/05/24)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah saat ini tengah mengkaji program makan siang gratis yang menjadi program unggulan presiden terpilih Prabowo Subianto. Progam tersebut telah masuk dalam rencana kerja pemerintah 2025. Kajian tidak saja terkait skema program, juga sumber dana serta jumlah anggaran yang dibutuhkan.

Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa mengungkapkan, Asta Cita presiden terpilih Prabowo Subianto telah dimasukkan dan diintegrasikan dengan rencana kerja pemerintah tahun 2025. Namun Suharso tidak dapat mengungkapkan secara detail kajian yang telah dilakukan terhadap progam tersebut.

"Saya tidak bisa menjawab satu persatu tetapi semua program-program yang dimasukkan ke dalam sana ditimbang menurut mekanisme rencana kerja pemerintah berdasarkan undang-undang yang ada hari ini. Jadi, semampu fiskal kita," ungkapnya dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2024, di Jakarta, Senin (06/05/24).

ADVERTISEMENT

Dijelaskan Suharso, pemerintah akan terlebih dahulu mempertajam skala prioritas, karena program presiden dan wakil presiden terpilih, bukan hanya makan siang gratis.

Pemerintah akan mengakomodasi program-program dari presiden terpilih, tapi ada yang diprioritaskan.

"Memang yang lagi populer adalah makan siang gratis, tapi apakah semuanya untuk makan siang? tentu tidak," pungkasnya.

Suharso mengatakan, selain anggaran, pemerintah juga mengkaji aspek lain dari program ini, di antaranya terkait target penerima, frekuensi penyaluran makan siang gratis, standar gizi yang diberikan, serta ketersediaan pangan lokal di masing-masing daerah.

Dia menekankan, semua bahan pangan dalam sajian makan siang gratis tersebut harus berasal dari produk lokal sesuai daerah masing-masing.

"Jangan sampai beli telur dari tempat lain, beli tempe dari tempat lain, beli tahu dari tempat lain, beli ikan dari tempat lain. Harus ada di tempat itu sendiri, sehingga bisa menumbuhkembangkan ekonomi yang ada di sana," pungkasnya.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 38 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 42 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 3 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia