Jumat, 15 Mei 2026

Penegakan Hukum Bakal Maju bila RUU Perampasan Aset Disahkan

Penulis : Muhammad Aulia Rahman
31 Okt 2024 | 18:45 WIB
BAGIKAN
Mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Yunus Husein usai menjadi saksi ahli dalam dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi tata niaga timah serta tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan terdakwa pengusaha, Harvey Moeis. Kamis (31/10/2024)
Mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Yunus Husein usai menjadi saksi ahli dalam dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi tata niaga timah serta tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan terdakwa pengusaha, Harvey Moeis. Kamis (31/10/2024)

JAKARTA, investor.id - Mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Yunus Husein meyakini akan banyak kemajuan dalam penegakan hukum jika RUU Perampasan Aset disahkan. Namun, Yunus menyoroti masih adanya kepentingan dari politisi terkait hal ini.

Hal tersebut disampaikan Yunus saat duduk sebagai saksi ahli dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi tata niaga timah serta tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan terdakwa pengusaha, Harvey Moeis.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadikran Yunus dalam kapasitas selaku ahli TPPU. Dalam persidangan ini, Yunus sempat membeberkan seputar dinamika di balik upaya mendorong pengesahan RUU Perampasan Aset.

ADVERTISEMENT

Mulanya, majelis hakim meminta Yunus memberikan penilaian seputar RUU Perampasan Aset. Dia pun menilai DPR masih belum berniat untuk membahas RUU dimaksud.

“Sekarang dikaitkan dengan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset, ahli bisa berpendapat? Karena sekarang, kemarin kan belum jadi ternyata di dalam ini tidak dibahas mengenai itu ternyata di dalam proleg,” tanya hakim saat persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (31/10/2024).

“Sudah dikirim ke DPR. Cuma DPR belum bernafsu membahas karena takut menjadi bumerang mungkin ya,” jawab Yunus.

Yunus pun menceritakan soal pengalamannya ketika tergabung dalam Tim Reformasi Hukum saat bertemu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) membahas RUU Perampasan Aset. Yunus mengungkapkan, Jokowi saat itu mengeklaim telah menghubungi seluruh ketua umum partai politik untuk mendorong pembahasan RUU Perampasan Aset. Hanya saja, belum ada aksi nyata.

“Waktu kami rakor sebagai tim reformasi hukum, kami bertanya kepada Presiden Jokowi di Istana Bogor ‘Pak RUU Perampasan Aset bagaimana?’ Beliau menjawab ‘Saya sudah hubungi seluruh ketua partai, seluruhnya bilang yes. Tapi ternyata tidak ada action sama sekali’. Lalu beliau bilang ‘mungkin bapak-bapak bisa bantu untuk mendorong.’ Lah kok terbalik presiden minta tolong kita, seharusnya kita minta pada beliau ya,” ucap Yunus. 

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 41 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 45 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia