Jumat, 15 Mei 2026

Menko Infra AHY Minta Tambahan Anggaran Rp 273 M untuk Maksimalkan Kinerja

Penulis : Yustinus Patris Paat
2 Des 2024 | 18:50 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/12/2024). (Foto: Yustinus Patris Paat)
Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/12/2024). (Foto: Yustinus Patris Paat)

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta tambahan anggaran sebesar Rp 273 miliar kepada Badan Anggaran (Banggar) DPR untuk Tahun Anggaran 2025. Tambahan anggaran tersebut untuk memastikan kementerian bisa bekerja maksimal dalam satu tahun berjalan.

"Ya, tambahannya Rp 273 miliar. Jadi dari pagu yang ditetapkan sebelumnya Rp 230 miliar, ditambah dengan Rp 273 miliar, jadi kami berharap mendapatkan Rp 503 miliar," ujar AHY seusai rapat kerja dengan Banggar DPR di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/12/2024).

AHY mengatakan, anggaran tersebut nantinya akan digunakan untuk penguatan manajemen, fasilitas pendukung, membangun command center dashboard serta belanja pegawai. Kemenko Infrastruktur, kata dia, memiliki kurang lebih 639 pegawai baik itu kategori PNS maupun non-PNS serta empat kedeputian.

ADVERTISEMENT

Menurut AHY, para pegawai tersebut punya tugas dengan intensitas yang juga tinggi karena ada penekanan dari Presiden Prabowo Subianto, agar Kemenko Infrastruktur ini harus bisa mengintegrasikan sekaligus melakukan pengawasan yang baik.

“(Integrasi tersebut) agar semua infrastruktur bisa berdampak langsung pertumbuhan ekonomi secara nasional, serta peningkatan kesejahteraan termasuk pengentasan kemiskinan dan juga mengurangi ketimpangan antar wilayah," jelas AHY.

AHY berharap Banggar DPR mempertimbangkan penambahan anggaran Kemenko Infrastruktur tersebut. Karena penambahan tersebut sesuai dengan kebutuhan kementeriannya agar bisa bekerja secara maksimal. 

Dia memastikan pihaknya tidak mengada-ada, karena untuk mengkoordinasikan 5 kementerian teknis terkait ditambah instansi-instansi lainnya yang berhubungan dengan infrastruktur secara keseluruhan.

"Jadi kami tentunya tidak mengeluh, hanya ingin memastikan bahwa agar bisa bekerja lima tahun ke depan dengan baik, karena butuh dukungan di awal. Tentunya ini juga inline dengan semangat kerja cepat dan taktis," pungkas AHY.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 26 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 58 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia