Indonesia Rencanakan Reforestasi Masif untuk Lahan Kritis
JAKARTA, investor.id – Pemerintah Indonesia tengah merencanakan program reforestasi besar-besaran di berbagai daerah, dengan target 6,5 juta hektare (Ha) lahan di dalam kawasan hutan. Hal ini disampaikan Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan Hidup Hashim Djojohadadikusumo.
Demi menyeimbangkan program lumbung pangan, reforestasi akan difokuskan terlebih dahulu di area kritis.
Baca Juga:
Menhut Antoni Bagikan 1.250 Bibit ke Warga untuk Reforestasi Hutan di Persemaian Mentawir Kaltim"Maka program food estate jalan terus, namun kita bisa mitigasi mungkin dampak negatif dengan program-program baru, salah satunya adalah reforestasi, reboisasi," ucapnya, Selasa (10/12/2024).
Hashim menambahkan, program pembangunan hutan akan mendukung keseimbangan ekosistem dan meminimalkan dampak bencana alam sekaligus mendukung sektor produksi pangan di wilayah tersebut.
Penanaman kembali wilayah hutan yang terdegradasi itu akan dikomandoi oleh Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni untuk melakukan penanaman menyasar lahan kritis yang saat ini tercatat mencapai 12,7 juta hektare (Ha) di seluruh Indonesia.
Raja Juli Antoni mengatakan proses reforestasi akan dilakukan melalui sistem tumpang sari, termasuk menanam beberapa tanaman yang dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Pemerintah akan memulai upaya di lahan seluas 500.000 Ha dengan potensi perluasan area, sambil menunggu dukungan dari pemangku kepentingan lainnya.
"Dengan perintah dari Pak Presiden (Prabowo Subianto) untuk program masif reboisasi dan reforestasi tadi kami sudah punya roadmap yang terus harus diperbaiki, disempurnakan. Tapi pada tahun depan dengan inisiatif awal saja kita bisa mereboisasi sekitar 500 ribu hektare, saya kira dengan melibatkan pihak swasta kita akan bisa melakukan program ini lebih cepat lagi," tuturnya.
Adapun reforestasi atau reboisasi merupakan proses menanam kembali pohon-pohon di wilayah yang sebelumnya pernah ditumbuhi hutan, tetapi kemudian musnah. Upaya ini dilakukan untuk memulihkan hutan yang telah ditebang, tandus, atau gundul. Sebaliknya, penebangan hutan dalam skala besar untuk mendapatkan kayu komersial disebut deforestasi.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

