Jumat, 15 Mei 2026

Projo Nilai Publikasi OCCRP tentang Jokowi, Framing Jahat dan Cederai Martabat Bangsa

Penulis : Yustinus Patris Paat
1 Jan 2025 | 20:58 WIB
BAGIKAN
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) buka suara terkait penetapan tersangka Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto oleh KPK. (Beritasatu.com/Wijayanti Putri)
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) buka suara terkait penetapan tersangka Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto oleh KPK. (Beritasatu.com/Wijayanti Putri)

JAKARTA, investor.id - Sekretaris Jenderal Relawan Projo Handoko memberikan kritikan keras terhadap laporan Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) yang memasukkan nama Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sebagai salah satu pemimpin terkorup di dunia.

Handoko menduga laporan tersebut merupakan framing jahat terhadap Jokowi dan Indonesia. Menurutnya, laporan tersebut tidak hanya merugikan nama baik Jokowi, juga mencederai martabat bangsa. 

"Jangan buat framing jahat tanpa dasar. Penilaian seperti ini hanya mencerminkan bias dan tidak menghormati pendapat rakyat Indonesia yang jelas-jelas masih percaya pada Pak Jokowi," ujar Handoko kepada wartawan, Rabu (1/1/2025).

ADVERTISEMENT

Handoko menganggap penilaian OCCRP keliru dan tidak mencerminkan realitas yang dirasakan rakyat Indonesia. Padahal yang mengetahui dan merasakan langsung adalah rakyat Indonesia. Tolok ukurnya pun jelas, kata Handoko, yakni hasil pembangunan, penegakan hukum, budaya politik baru, serta harapan masyarakat.

Apalagi, Jokowi tetap mendapatkan tingkat penerimaan masyarakat yang tinggi hingga akhir masa jabatannya. Menurut dia, angka kepercayaan publik terhadap pemerintahan Jokowi mencapai 80% lebih. 

“Masak pendapat rakyat Indonesia bisa diabaikan begitu saja?” ungkap dia.

Handoko menuturkan bahwa semasa kepemimpinan Jokowi, berbagai kasus korupsi diusut, termasuk yang melibatkan pejabat tinggi. Bahkan, kata dia, menteri dari partai pendukung pemerintah seperti PDIP juga ikut diusut.

"Banyak menteri yang ditangkap saat Jokowi menjadi Presiden. Itu menunjukkan komitmen Pak Jokowi terhadap penegakan hukum," kata dia. 

Karena itu, Handoko mengatakan pihaknya mempersilakan pihak-pihak yang memiliki data dan fakta untuk membawa dugaan kasus korupsi ke ranah hukum.

"Silakan saja proses hukum jika memang ada data dan fakta. Jangan cuma sekadar omong-omong tanpa bukti," pungkas Handoko.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 1 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia